Home Finance Nike Berdarah-Darah, Laba Turun-PHK Massal Pekerja Mengintai
Finance

Nike Berdarah-Darah, Laba Turun-PHK Massal Pekerja Mengintai

Share
Nike Berdarah-Darah, Laba Turun-PHK Massal Pekerja Mengintai
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Nike kembali menghadapi tekanan kinerja setelah mencatat penurunan laba dan pendapatan pada kuartal pertama tahun fiskal 2027. Kondisi ini mendorong raksasa perlengkapan olahraga tersebut menyiapkan pengurangan jumlah karyawan, meski jumlah posisi yang terdampak belum ditentukan.

CEO Nike Elliot Hill mengatakan perusahaan perlu melakukan perubahan agar bisnis menjadi lebih efisien dan mampu bergerak lebih cepat.

“Perubahan ini akan berdampak pada pengurangan jumlah posisi pekerjaan di seluruh Nike, dan saya menyadari bahwa kabar seperti ini menimbulkan ketidakpastian,” kata Hill dalam pesan kepada karyawan, dikutip Jumat (2/10/2026).

Hill menyebut keputusan mengenai posisi yang terdampak akan mulai diambil pada 2027 dan seterusnya. Ia berjanji perusahaan akan menjaga transparansi seiring dengan semakin jelasnya rencana tersebut.

Langkah efisiensi itu muncul setelah kinerja Nike kembali tertekan. Laba kuartalan turun 2% menjadi US$712 juta atau sekitar Rp12,67 triliun, sementara pendapatan merosot 4% menjadi US$11,2 miliar atau sekitar Rp199,36 triliun untuk periode yang berakhir 31 Agustus.

Tekanan paling besar datang dari China, salah satu pasar penting Nike. Pendapatan di kawasan Greater China anjlok 22% menjadi US$1,2 miliar atau sekitar Rp21,36 triliun, sementara pertumbuhan 2% hanya tercatat di Amerika Utara dan pendapatan di wilayah lainnya menurun.

Nike juga memperkirakan penjualan pada tahun fiskal berjalan akan kembali turun dalam kisaran persentase satu digit yang tinggi. Hill menilai perusahaan masih perlu memperbaiki sejumlah lini, termasuk pakaian olahraga dan merek Jordan, setelah sebelumnya menghadapi masalah kelebihan stok serta strategi penjualan langsung yang dinilai belum berjalan optimal.

“Kami membangun Nike untuk jangka panjang,” ujar Hill. Bersamaan dengan restrukturisasi tersebut, Nike juga berencana membangun kampus baru di Bengaluru, India, sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat talenta dan kapabilitas perusahaan.

Analis GlobalData Neil Saunders menilai kinerja terbaru menunjukkan tantangan serius bagi Nike. Prospek penurunan pendapatan lebih lanjut juga disebutnya “buruk”, sementara saham Nike langsung anjlok 7,1% dalam perdagangan setelah jam bursa.

“Daya tarik merek Nike terus memudar dan tidak cukup kuat untuk melawan para pesaing yang lebih gesit,” katanya.

(tfa/tfa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *