Home Finance Otaknya Dihargai Rp 129 Triliun, Siapa Itu Fei-Fei Li?
Finance

Otaknya Dihargai Rp 129 Triliun, Siapa Itu Fei-Fei Li?

Share
Otaknya Dihargai Rp 129 Triliun, Siapa Itu Fei-Fei Li?
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Dunia teknologi dikejutkan oleh kesepakatan akuisisi raksasa. Perusahaan pembuat chip AMD resmi membeli perusahaan riset kecerdasan buatan World Labs, yang didirikan oleh ilmuwan ternama Fei-Fei Li, senilai US$ 8,2 miliar atau sekitar Rp 129 triliun.

Akuisisi ini menjadi salah satu langkah terbesar AMD untuk memperkuat posisinya di persaingan teknologi AI global, dikutip dari laporan TechCrunch, Selasa (29/9/2026).

Nama Fei-Fei Li mungkin belum dikenal luas di kalangan masyarakat umum, namun di dunia kecerdasan buatan, ia dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di generasinya. Ia adalah profesor ilmu komputer di Universitas Stanford, Amerika Serikat.

Nama Li melambung berkat pembangunan basis data ImageNet yaitu sebuah proyek yang mengubah cara mesin mengenali gambar dan objek secara menyeluruh. Karyanya itu menjadi fondasi bagi hampir seluruh sistem pengenalan gambar yang digunakan saat ini, mulai dari smartphone yang mengenali wajah pemiliknya hingga kendaraan otonom yang membaca jalan raya.

Pada tahun 2024, ia mendirikan World Labs dengan tujuan mengembangkan bentuk kecerdasan buatan yang bukan hanya memahami teks, melainkan memahami dunia fisik secara utuh, mencakup bentuk, gerak, sifat benda, hingga hukum alam yang mengaturnya. Setelah pembelian ini selesai, Fei-Fei Li akan bergabung langsung ke AMD sebagai Wakil Direktur Utama sekaligus Kepala Ilmuwan perusahaan, membawa serta visi dan tim yang telah dibangunnya selama ini.

Nilai pembelian yang mencapai Rp 129 triliun bukan sekadar membeli sebuah perusahaan, melainkan memperoleh kemampuan yang belum dimiliki banyak pihak. Teknologi yang dikembangkan World Labs disebut sebagai world model, yaitu sistem kecerdasan buatan yang mampu memahami dan mensimulasikan lingkungan fisik sebagaimana manusia memahaminya.

Hal ini berbeda dengan sistem AI yang selama ini dikenal luas, yang pandai merangkai kata atau meringkas informasi tetapi belum tentu memahami makna di baliknya.

Teknologi ini dipercaya menjadi kunci untuk mengembangkan robot cerdas yang dapat bergerak bebas di antara manusia, kendaraan yang dapat mengemudi sendiri dengan lebih andal, hingga mesin yang mampu merespons perubahan di sekitarnya secara langsung.

Selama ini, pesaing utama Nvidia sudah diketahui memiliki sistem serupa bernama Cosmos, sehingga dengan membeli World Labs, AMD kini memiliki kemampuan setara yang dapat dipadukan langsung dengan chip produksinya sendiri. Produk pertama yang dihasilkan perusahaan ini bernama Marble, yang mampu menciptakan lingkungan simulasi yang sangat mirip kenyataan, baik untuk keperluan hiburan maupun pelatihan mesin yang akan bekerja di dunia nyata.

“Kini kami memiliki bukti nyata atas kemungkinan yang ada, dan kami ingin melakukan segala yang kami bisa untuk mempercepat masa depan. Untuk itu diperlukan perluasan skala, jangkauan yang lebih luas, serta kedekatan langsung dengan perangkat keras,” ujar Fei-Fei Li saat mengumumkan kesepakatan ini.

Langkah ini menandai perubahan besar di peta teknologi dunia. AMD kini tidak hanya menjual perangkat keras berupa chip, tetapi juga memiliki perangkat lunak berupa sistem AI canggih yang dirancang untuk berjalan sebaik mungkin di atas perangkat buatannya sendiri, mengikuti pola yang sama yang telah dilakukan pesaingnya selama ini.

Persaingan antara kedua kekuatan besar yang dipimpin oleh tokoh yang kerap disebut sebagai kerabat jauh, Jensen Huang di Nvidia dan Lisa Su di AMD, kini makin ketat tidak hanya soal siapa yang membuat chip paling cepat, melainkan juga siapa yang menyediakan AI paling hebat yang berjalan di atasnya.

Model dunia yang dikembangkan Fei-Fei Li diperkirakan akan menjadi fondasi teknologi berikutnya, di mana mesin tidak lagi sekadar memproses informasi yang dikirimkan kepadanya, melainkan mampu mengamati, memahami, dan bahkan memprediksi apa yang akan terjadi di sekitarnya.

(dem/dem)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *