Begini penampakan warga Bekasi yang hidup bak di gurun pasir. Susah sekali untuk mendapatkan air bersih.

Arifin Ilham (25) mengambil air di sebuah sumur pompa tua di Jalan Lurah Parman, Desa Medalkrisna, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (19/10/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Di tengah hamparan persawahan yang mengering di Desa Medalkrisna, Kecamatan Bojongmangu, berdiri sebuah sumur pompa tua yang kini menjadi satu-satunya harapan warga untuk mendapatkan air bersih gratis. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Fasilitas yang sudah ada sejak puluhan tahun ini kini menjadi penopang hidup warga di tengah krisis kekeringan yang melanda wilayah tersebut. Kekeringan yang dipicu tidak turunnya hujan selama hampir tujuh bulan telah melumpuhkan sumber-sumber air utama warga. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Situ Bedeng yang selama ini menjadi andalan telah mengering total sejak tiga bulan lalu, begitu pula sumur-sumur galian warga. Akibatnya, warga terpaksa menempuh jarak hingga satu kilometer bolak-balik untuk mengambil air di sumur pompa tersebut. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Warga harus mengangkut belasan hingga puluhan jerigen air menggunakan sepeda motor atau gerobak setiap hari. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Bantuan pasokan air bersih dari Pemerintah Kabupaten Bekasi sebenarnya telah menjangkau desa ini, namun frekuensinya dinilai belum memadai untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga. “Sudah ada sih bantuannya, cuman gak memenuhi kebutuhan. Paling seminggu dua kali lah,” ungkapnya Arifin. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Hingga kini, warga Desa Medalkrisna masih harus mengandalkan sumur pompa di tengah sawah tersebut, sembari menanti solusi yang lebih permanen dari pemerintah daerah. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)


Leave a comment