Home Finance Pendapatan Tergerus, Laba Bank Permata Q3-2026 Susut 10,9%
Finance

Pendapatan Tergerus, Laba Bank Permata Q3-2026 Susut 10,9%

Share
Pendapatan Tergerus, Laba Bank Permata Q3-2026 Susut 10,9%
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten perbankan PT Bank Permata Tbk. (BNLI) mencetak laba bersih senilai Rp2,57 triliun hingga kuartal III/2026. Laba ini menyusut 10,9% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, senilai Rp2,88 triliun.

Melansir dari laporan keuangan ke BEI yang dikutip pada Jumat (6/11/2026), penurunan laba ini di antaranya disebabkan oleh pendapatan bunga dan syariah bersih yang turun 2,49% YoY menjadi Rp7,38 triliun. Penyusutan ini terjadi meskipun beban bunga dan syariah ditekan masing-masing menurun 7,09% dan 28,64% secara tahunan.

Sejumlah pos pendapatan, seperti pendapatan provisi dan komisi, pendapatan transaksi perdagangan bersih dan pendapatan operasional lainnya turut mengalami kenaikan. Namun, keuntungan penjualan efek untuk tujuan investasi anjlok 59,25% YoY.

Dari situ, pendapatan operasional BNLI menurun 2,73% YoY dari Rp9,49 triliun menjadi Rp9,23 triliun per akhir September 2026. Di tengah penyusutan pendapatan tersebut, beban operasional juga membengkak 2,50% YoY dari Rp5,77 triliun menjadi Rp5,91 triliun per akhir kuartal III/2026.

Beberapa pos beban yang mengalami kenaikan di antaranya beban umum dan administrasi yang naik 6,94% YoY, gaji dan tunjangan pengurus dan karyawan sebesar 1,13% YoY, serta beban operasional lainnya naik 9,18% YoY.

Laba sebelumnya pajak penghasilan perseroan pun turun 10,84% YoY menjadi Rp3,31 triliun. Usai dikurangi dengan beban pajak penghasilan, laba Bank Permata pun menjadi Rp2,57 triliun pada kuartal III/2026.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Permata Bank mencapai Rp172,9 triliun per September 2026, tumbuh 10,1% YoY. Sementara, dari sisi pendanaan, rasio dana murah atau current account and savings account (CASA) berkontribusi sebesar 56,4% terhadap total dana pihak ketiga (DPK) hingga kuartal III/2026. Total aset perseroan pun tumbuh 2,9% YoY menjadi Rp277,2 triliun per September 2026

Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,1% per September 2026, membaik dibandingkan dengan posisi 2,2% pada periode yang sama tahun lalu.

Rasio loan-to-deposit ratio (LDR) Bank Permata tercatat sebesar 92,1% pada akhir September 2026, dengan rata-rata triwulanan liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 238,9% dan net stable funding ratio (NSFR) sebesar 120%.

Adapun, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 32,5% dan common equity tier 1 (CET-1) sebesar 24,5% hingga kuartal III/2026.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *