Home Finance Penjualan Rumah Subsidi Turun di 2026, BP Tapera Ungkap Biang Keroknya
Finance

Penjualan Rumah Subsidi Turun di 2026, BP Tapera Ungkap Biang Keroknya

Share
Penjualan Rumah Subsidi Turun di 2026, BP Tapera Ungkap Biang Keroknya
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera FLPP pada 2026 sempat mengalami perlambatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, BP Tapera menyebut penyaluran kembali menunjukkan tren positif dan optimistis target 350.000 unit rumah subsidi tahun ini tetap dapat tercapai.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengakui terdapat tantangan yang membuat penyaluran rumah subsidi pada semester I tahun ini melambat. Namun, kondisi tersebut bukan disebabkan melemahnya minat masyarakat membeli rumah subsidi, melainkan karena sejumlah hambatan di sisi pasokan.

“Kalau dari sisi demand sebenarnya enggak ada masalah. Teman-teman pengembang di berbagai daerah juga menyampaikan potensi demand masih sangat besar. Justru tantangannya saat ini ada di sisi suplai,” kata Heru dalam konferensi pers BP Tapera di Graha Mandiri, Jumat (24/7/2026).

Kenaikan harga material bangunan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pembangunan rumah subsidi. Selain itu, persoalan perizinan lahan, termasuk kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), juga sempat memperlambat penyediaan rumah siap akad di sejumlah daerah.

“Memang dari sisi suplai ada tantangan. Harga material seperti semen, spandek, bondek, keramik sampai besi mulai mengalami kenaikan. Kemudian ada juga persoalan perizinan dan lahan yang saat ini terus diselesaikan pemerintah bersama kementerian terkait,” ujar Heru.

Meski sempat melambat, BP Tapera menilai berbagai kebijakan pemerintah mulai memberikan dampak positif. Relaksasi aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait debitur dengan tunggakan kecil serta percepatan penyelesaian berbagai hambatan di lapangan mulai mendorong kenaikan realisasi penyaluran FLPP.

Heru mengatakan pihaknya juga aktif mendatangi asosiasi pengembang dan bank penyalur untuk mengidentifikasi kendala yang menyebabkan proses akad berjalan lambat. Pendekatan tersebut dilakukan agar berbagai hambatan teknis dapat segera diselesaikan sehingga penyaluran kembali meningkat.

“Kami jemput bola ke asosiasi dan bank penyalur. Apa yang menjadi bottleneck kami bantu selesaikan, mulai dari pengisian data sampai proses verifikasi. Karena itu dalam beberapa hari terakhir realisasi kembali meningkat,” kata Heru.

Realisasi penyaluran FLPP telah naik dari sekitar 100 ribu unit menjadi lebih dari 111 ribu unit hanya dalam hitungan beberapa hari. Menurutnya, tren tersebut menjadi modal penting untuk mengejar target penyaluran 350.000 rumah subsidi hingga akhir 2026.

“Kami tetap optimistis target 350.000 unit bisa tercapai. Dukungan pemerintah sangat besar dan berbagai kebijakan yang sudah diterapkan mulai menunjukkan hasil. Kami akan terus mengawal agar tren penyaluran ini terus meningkat sampai akhir tahun,” kata Heru.

(fys/wur)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *