Home Finance Penyebab Penjualan Mobil LCGC Ambrol 11%, Dompet Warga RI Naik Kelas?
Finance

Penyebab Penjualan Mobil LCGC Ambrol 11%, Dompet Warga RI Naik Kelas?

Share
Penyebab Penjualan Mobil LCGC Ambrol 11%, Dompet Warga RI Naik Kelas?
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Penjualan mobil murah ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC) masih mengalami tekanan sepanjang 2026. Hingga September, distribusi mobil di segmen ini tercatat turun 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan tersebut ternyata bukan disebabkan semakin sulitnya masyarakat mendapatkan pembiayaan kendaraan. Astra melihat ada perubahan pola belanja konsumen yang mulai beralih dari mobil LCGC ke segmen kendaraan dengan kelas lebih tinggi.

Co-Project Director Astra Auto Fest 2026 sekaligus Chief Marketing & Sales Officer Astra Credit Companies (ACC) Tan Chian Hok mengatakan, pergeseran minat konsumen menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penurunan penjualan mobil LCGC tahun ini.

“Kalau kita melihat penjualan LCGC turun 11%, sebenarnya ini bukan karena pembiayaan. Namun, mungkin ada pergeseran di pasar otomotif. Ada peralihan atau perpindahan konsumen dari unit-unit LCGC untuk naik kelas,” ungkap Tan dalam acara Media Meet Up Astra Auto Fest 2026 di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi mobil LCGC dari pabrik ke dealer (wholesales) mencapai 83.997 unit selama Januari-September 2026. Jumlah tersebut lebih rendah 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tan menilai perubahan komposisi permintaan kendaraan di pasar otomotif turut memengaruhi bisnis pembiayaan. Meski demikian, perusahaan pembiayaan di bawah Astra mengaku tidak mengubah standar penilaian kredit khusus untuk konsumen yang ingin membeli mobil LCGC.

Menurutnya, ACC maupun Toyota Astra Finance (TAF) tetap membuka akses pembiayaan bagi masyarakat yang ingin memiliki mobil di segmen tersebut.

“Kalau pasarnya berubah, tentu pembiayaannya juga ikut terpengaruh. Namun, prinsipnya kami tidak mengubah underwriting untuk LCGC. Baik ACC maupun TAF tetap mendukung pembiayaan di segmen ini,” jelasnya.

Dia juga membantah anggapan bahwa perusahaan pembiayaan kini lebih ketat dalam menyetujui pengajuan kredit kendaraan. Astra justru berupaya mendorong transaksi pembelian mobil melalui berbagai program menjelang akhir tahun.

“Kalau ditanya apakah kami menjadi lebih ketat? Tidak, sama saja. Itu juga menjadi salah satu alasan mengapa kami menyelenggarakan Astra Auto Fest 2026,” kata Tan.

Astra juga membidik calon pembeli mobil pertama atau first buyer yang selama ini masih menunda pembelian karena belum memiliki dana cukup. Perusahaan menyiapkan penawaran pembiayaan khusus agar konsumen tidak harus menunggu terlalu lama untuk memiliki kendaraan.

Selain itu, konsumen yang berencana membeli mobil secara tunai tetapi masih mengumpulkan dana juga menjadi sasaran program tersebut. Astra berencana menawarkan paket kredit khusus, termasuk bagi masyarakat yang ingin membeli mobil LCGC.

“Kami ingin mempermudah konsumen yang ingin membeli mobil, termasuk mereka yang belum punya mobil dan berencana membeli pada 2027 atau masih menunggu. Ada juga yang ingin membeli secara tunai tetapi uangnya belum terkumpul. Kenapa harus menunggu sampai terkumpul kalau bisa menggunakan kredit? Karena itu, kami akan menyiapkan paket-paket kredit khusus bagi pembeli mobil pertama maupun mereka yang ingin membeli LCGC,” pungkasnya.

(dce)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *