
Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Prabowo Subianto membuka opsi untuk melakukan perombakan kabinet (cabinet reshuffle) secara besar-besaran memasuki dua tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam dialog bersama para jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (6/9/2026), yang disiarkan CNBC Indonesia, Rabu (16/9/2026).
Dalam paparannya, kepala negara menjelaskan, evaluasi terhadap kinerja Kabinet Merah Putih dilakukan secara terus-menerus.
“Dan sampai sekarang secara objektif ya saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja oke,” kata Prabowo.
Namun demikian, Prabowo juga mengatakan kepada jajaran Kabinet Merah Putih bahwa pemerintah harus fokus kepada hal yang mendasar terlebih dahulu.
“Sebagaimana diketahui kan (bagi) saya yang paling mendasar adalah bagi saya, saya harus amankan pangan. Jadi swasembada pangan. Habis itu kita harus amankan BBM yang lumayan, minimal sekarang tidak separah banyak negara lain dan itu karena karena kita lakukan antisipasi dan sebagainya,” ujar Prabowo.
“Kita bikin B50 dari kelapa sawit dan sebagainya nanti ke tenaga surya besar-besaran. Baru tentunya kita harus kita harus memperbaiki yang sekian puluh tahun aliran uang itu ke luar negeri. Ini yang harus kita amankan,” lanjut ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya tersebut.
Kedua, lanjut Prabowo, pemerintah harus segera mengatasi kelaparan anak yang berujung stunting dan kemiskinan absolut atau kemiskinan ekstrem. Setelah itu efisiensi anggaran demi menyelamatkan kebocoran dan investasi di hal-hal yang bisa menghasilkan devisa dan lapangan kerja.
“Jadi ini pada saat ini ada beberapa kementerian yang tentunya istilahnya tidak di garis depan. Ya, tapi mereka mengerti dan mereka itu ya bekerja secara inisiatif masing-masing,” kata Prabowo.
“Jadi kalaupun nanti ada reshuffle saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang ya. Tentunya kita organisasi ini kita selalu harus cari benar-benar the right man in the right place,” lanjut mantan Menteri Pertahanan tersebut.
Prabowo lantas menekankan pentingnya kompetensi dan juga kecocokan setiap orang pada kementerian dan lembaga.
“Ya kita harus tadi, kita harus mampu untuk mengganti orang yang benar atau dia sendiri ada masalah ya kita enggak bisa hindari kan?,” ujarnya.
Saat ditanyakan kembali apakah usia dua tahun pemerintahannya merupakan momentum yang tepat untuk melakukan perombakan kabinet, Prabowo menjawab, “Saya kira itu sesuatu yang logis ya. Iya kan? Dua tahun. Jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya dan sebagainya.”
(miq/miq)
Leave a comment