
Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintahan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump melayangkan protes keras dan peringatan serius terhadap rencana pemerintah Inggris (Downing Street). Kebijakan yang mewajibkan YouTube dan platform digital lainnya untuk memberikan keutamaan (prominence) lebih besar kepada lembaga penyiaran arus utama (mainstream) dinilai berisiko memfasilitasi tindakan sensor.
Dalam intervensi resminya melalui Kedutaan Besar AS di London, Washington menilai bahwa proposal untuk mendongkrak outlet media tradisional dalam algoritma media sosial dapat menciptakan preseden berbahaya. Kebijakan tersebut dikhawatirkan “mendasari templat yang dapat digunakan oleh rezim otoriter untuk membenarkan kontrol yang lebih besar terhadap konten online,” dikutip dari The Guardian, Selasa (8/9/2026).
Pemerintahan AS memperingatkan bahwa langkah pemihakan ini dapat melemahkan jurnalis independen serta berpotensi menjadi bentuk “sensor ekstrateritorial terhadap kebebasan berbicara yang dilindungi oleh warga AS secara online.”
Washington menegaskan bahwa kerangka kerja yang memberdayakan pemerintah untuk mengatur sumber mana yang mendapat visibilitas preferensial berisiko menjadi mekanisme sensor terselubung. Efek penekanan terhadap media yang tidak disukai pemerintah dinilai tidak ada bedanya dengan penghapusan konten secara langsung.
AS secara khusus mendesak Inggris untuk memperjelas perlindungan apa yang akan diterapkan guna memastikan bahwa bias dan preferensi pejabat pemerintah maupun pihak ketiga tidak merugikan jurnalisme independen atau sudut pandang minoritas.
Di sisi lain, Departemen untuk Budaya, Media, dan Olahraga Inggris (DCMS) menyatakan tetap berpegang teguh pada prinsip kebebasan berekspresi dan persaingan yang adil, serta menyebut bahwa setiap langkah yang diambil nantinya akan memastikan aspek tersebut tetap terlindungi.
Sementara itu, para kreator konten digital di platform seperti YouTube turut menyuarakan kekhawatiran serupa. Mereka menilai kebijakan pemaksaan algoritma ini mirip dengan kontrol negara dan dikhawatirkan dapat merugikan kreator independen demi menyelamatkan bisnis lembaga penyiaran publik dari tekanan era digital.
(fab/fab)
Leave a comment