Home Finance Purbaya Ubah Strategi Hadapi Perdagangan Bebas, Kejar Ekonomi 6%
Finance

Purbaya Ubah Strategi Hadapi Perdagangan Bebas, Kejar Ekonomi 6%

Share
Purbaya Ubah Strategi Hadapi Perdagangan Bebas, Kejar Ekonomi 6%
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan pendekatan baru dalam menghadapi era perdagangan bebas (free trade agreement/FTA). Alih-alih hanya melihat dampak negatif terhadap industri dalam negeri, pemerintah akan memetakan sektor-sektor yang masih bisa diselamatkan, didorong, hingga dikembangkan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional hingga minimal 6% pada akhir 2026.

“Jadi bulan September ke depan kita ubah approach Kemenkeu dari potensi ekonomi termasuk free trade agar pertumbuhan ekonomi bisa laju kencang minimal di 6 persen di akhir 2026,” kata Purbaya saat menjadi keynote speaker dalam seminar Free Trade Agreements on Indonesia Industrialization and Economic Performance di Kementerian Keuangan, Kamis (20/8/2026).

Menurut Purbaya, selama ini diskusi mengenai perdagangan bebas sering kali hanya berfokus pada risiko yang dihadapi industri nasional. Padahal, pemerintah perlu mengetahui sektor mana yang benar-benar kehilangan daya saing dan sektor mana yang masih memiliki peluang untuk tumbuh.

Karena itu, ia meminta jajaran Kementerian Keuangan melakukan analisis mendalam terhadap dampak FTA pada berbagai sektor industri.

“Analisis yang masih bisa diselamatkan, untuk dua pilihan terakhir langkah kita apa, Kemenkeu bisa apa, itu yang saya butuhkan,” ujarnya.

Purbaya menjelaskan setidaknya ada tiga kemungkinan nasib industri yang terdampak perdagangan bebas. Pertama, industri yang pada akhirnya harus ditinggalkan karena tidak lagi kompetitif. Kedua, industri yang masih bisa bertahan meski tumbuh secara terbatas. Ketiga, industri yang layak mendapatkan dukungan dan perlindungan agar kembali berkembang.

Namun menurutnya, pemerintah juga perlu melihat kategori keempat, yakni industri baru yang saat ini belum menjadi kekuatan utama Indonesia tetapi memiliki prospek pertumbuhan tinggi di masa depan.

Salah satu sektor yang dinilai memiliki potensi besar adalah industri pusat data (data center).

Purbaya menilai Indonesia memiliki peluang untuk menjadi tujuan investasi pusat data di kawasan. Namun, peluang tersebut hanya bisa dimanfaatkan jika pemerintah mampu menjamin pasokan energi yang memadai.

Menurutnya, kebutuhan energi akan menjadi faktor kunci dalam menarik investasi industri berbasis teknologi dan digital ke Indonesia.

Bidik Peluang dari Eropa

Selain itu, Purbaya juga melihat peluang besar dari kerja sama perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa, terutama setelah tercapainya kesepakatan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Ia menilai tren penggunaan energi baru terbarukan di Eropa dapat menjadi peluang bagi industri Indonesia untuk meningkatkan daya saing ekspor.

Sektor tekstil dan alas kaki disebut sebagai contoh industri yang berpotensi memperoleh keuntungan apabila menggunakan energi hijau dalam proses produksinya.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah membuka peluang memperbesar investasi di sektor panas bumi melalui PT Geo Dipa Energi.

“Saya kan punya Geo Dipa, saya bisa drill lebih banyak geotermal, saya investasi di situ untuk memberi energi ke suatu pusat industri tekstil atau industri tekstil yang sudah ada, sehingga dia bisa ekspor ke Eropa dengan lebih kompetitif,” kata Purbaya.

Purbaya menegaskan pemerintah tidak boleh berhenti pada kesimpulan bahwa perdagangan bebas hanya membawa ancaman bagi industri nasional.

Menurutnya, FTA justru harus dimanfaatkan untuk menemukan sektor-sektor yang berpotensi tumbuh, menarik investasi baru, meningkatkan daya saing industri, hingga memperluas pasar ekspor Indonesia.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap dapat mengubah tantangan perdagangan bebas menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mempercepat proses industrialisasi nasional.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *