Home Finance Raksasa Keuangan Tumbang, Nasabah Terima Uang Damai Rp 500.000
Finance

Raksasa Keuangan Tumbang, Nasabah Terima Uang Damai Rp 500.000

Share
Raksasa Keuangan Tumbang, Nasabah Terima Uang Damai Rp 500.000
Share



Daftar Isi



Jakarta, CNBC Indonesia – Gelombang serangan siber dahsyat yang melumpuhkan berbagai layanan internet di Jepang kini memasuki babak baru. Sejumlah raksasa korporasi Negeri Sakura mulai mengucurkan kompensasi ganti rugi hingga miliaran yen kepada para pengguna terdampak demi menjaga kepercayaan publik dan stabilitas bisnis.

Langkah berani ini diambil di tengah guncangan krisis keamanan digital yang dipicu oleh kerentanan bahasa pemrograman PHP serta maraknya peretasan berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI).

GMO Internet Kucurkan Ganti Rugi dan Uang ‘Damai’

Raksasa penyedia layanan keuangan online dan infrastruktur internet Jepang, GMO Internet Group, mengonfirmasi akan mengganti seluruh kerugian finansial yang dialami nasabah akibat akses ilegal pada layanan perdagangan valuta asing (forex) miliknya.

Tak berhenti di situ, perusahaan juga membagikan uang tunai sebesar 5.000 yen (sekitar Rp577 ribu) kepada seluruh pelanggannya tanpa terkecuali sebagai bentuk goodwill (itikad baik).

“Internet itu sendiri kini mulai runtuh,” tegas CEO GMO Internet Group Masatoshi Kumagai melalui unggahan di blog resminya, dikutip dari Reuters, Senin (26/10/2026).

Selain bagi-bagi kompensasi, GMO berjanji memberikan layanan alternatif secara gratis selama enam bulan bagi para nasabah. Meski harus menanggung beban finansial yang belum terkalkulasi, GMO menolak keras gertakan pemerasan dari kelompok peretas yang mengancam akan membocorkan data sensitif perusahaan dan nasabah.

“Kami tidak akan tunduk pada tuntutan uang peretas dan menyerahkan kasus ini sepenuhnya ke pihak kepolisian,” tegas manajemen.

Pengumuman kompensasi ini direspons dingin oleh pasar. Saham GMO meluncur deras 15% ke level terendah dalam empat bulan terakhir, mengikis kapitalisasi pasarnya yang sebelumnya menembus US$2,6 miliar.

Park24 Rela Rugi Rp 560 Miliar demi Ganti Rugi Pelanggan

Langkah serupa diambil oleh Park24, operator layanan car-sharing ternama “Times”. Setelah diterpa insiden kebocoran data pribadi skala besar, perusahaan mengumumkan akan memberikan pembayaran kompensasi sebesar 3.000 yen (sekitar Rp346 ribu) kepada tiap konsumen yang terdampak.

Akibat pembayaran ganti rugi massal serta biaya pemulihan sistem siber ini, Park24 memproyeksikan bakal membukukan rugi luar biasa (extraordinary loss) hingga 5,5 miliar yen (setara Rp634 miliar).

Sebagai bentuk pembenahan total, Park24 juga berjanji menghapus seluruh foto dokumen identitas pelanggan dari server mereka segera setelah proses verifikasi pendaftaran selesai.

Beban Biaya Keamanan Siber Membengkak

Fenomena ganti rugi massal ini menyingkap kerapuhan sistem pertahanan data pelanggan di korporasi Jepang sekaligus memicu lonjakan biaya operasional yang fantastis.

Analis IwaiCosmo Securities, Shoichi Arisawa, menilai bahwa langkah pembagian kompensasi dan penguatan sistem pertahanan siber akan menjadi beban berat baru bagi industri. “Perusahaan sebenarnya sudah punya standar keamanan dasar. Namun jika harus diperkuat ke level ekstrem akibat ancaman AI, beban biaya tambahannya akan sangat membengkak,” jelasnya.

Data TrendAI mencatat telah terjadi 723 insiden siber di Jepang hingga 20 Oktober tahun ini, melampaui rekor tahunan pada 2025 dan 2024.

Melihat eskalasi yang kian tak terkendali, CEO GMO Masatoshi Kumagai mendesak Pemerintah Jepang untuk segera menerapkan pertahanan siber aktif (active cyberdefence), termasuk tindakan meretas balik (counter-attack) server musuh. “Inilah saatnya sektor publik dan swasta bersatu melindungi Jepang,” pungkas Kumagai.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *