Home Finance Reformasi Pasar Modal Sudah Maksimal
Finance

Reformasi Pasar Modal Sudah Maksimal

Share
Reformasi Pasar Modal Sudah Maksimal
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan, bahwa pihaknya beserta regulator pasar modal lainnya telah melakukan upaya maksimal melalui reformasi pasar modal yang tengah berjalan. Hal ini merespons peristiwa anjloknya pasar saham Indonesia akibat sentimen dari MSCI.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, berbagai langkah konkret telah dilakukan dari sisi transparansi, ambang batas keterbukaan kepemilikan saham yang semula 5% kini diturunkan menjadi 1%, hingga klasifikasi tipe investor yang sebelumnya hanya terdiri dari 9 jenis menjadi 39 jenis. Selain itu, ketentuan free float dinaikkan secara bertahap.

“Dan ini semua juga bisa diterima oleh komunitas global investor juga dan juga enforcement,” ujarnya dalam konferensi pers di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026).

OJK menyatakan, meskipun MSCI telah secara resmi menyampaikan review akan dilakukan pada November, namun pihaknya menghormati jadwal tersebut.

OJK menghormati independensi lembaga- lembaga penyedia indeks global, termasuk MSCI, serta menghargai setiap masukan
yang diberikan oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Kami meyakini pasar modal domestik tetap prospektif dan menarik. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian Indonesia yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih positif,” kata Friderica.

Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyampaikan bahwa masukan yang disampaikan MSCI dalam pengumuman ini juga sejalan dengan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia, termasuk dalam aspek penegakan hukum yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“OJK berkomitmen untuk terus memperkuat penegakan hukum di sektor pasar modal dalam upaya menegakkan integritas pasar, dengan koordinasi dan sinergi yang efektif bersama seluruh pihak terkait,” kata Hasan.

Ke depan, OJK bersama SRO terus melanjutkan engagement yang konstruktif dengan lembaga-lembaga penyedia indeks maupun investor institusi global.

Menurutnya, engagement yang berkesinambungan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa otoritas Indonesia dapat mengkomunikasikan progress terkini reformasi pasar modal Indonesia, serta memperoleh masukan dan rekomendasi kebijakan untuk penyempurnaan yang berkelanjutan.

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *