
Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah helikopter militer dilaporkan jatuh di Italia setelah beroperasi dalam sebuah misi perdamaian Uni Eropa (UE) di Bosnia Herzegovina Kamis waktu setempat.
Laporan Reuters Jumat (30/10/2026) menyebut helikopter tersebut menukik dalam posisi terbalik dan meledak serta hancur berkeping-keping.
Peristiwa tersebut terjadi di desa Gorice, distrik Brcko. Gambar-gambar yang dimuat oleh media lokal juga memperlihatkan kondisi mengenaskan dari helikopter nahas tersebut, di mana semua bagiannya “remuk” total tak berbentuk.
Saat kejadian helikopter membawa 15 orang. Dilaporkan pula empat orang tewas sementara 11 lainnya luka.
“Dua dari korban tewas merupakan anggota Angkatan Darat Italia, sementara dua lainnya berasal dari Korps Sukarelawan Militer Palang Merah Italia,” ungkap Kementerian Pertahanan Italia.
“Ke-11 orang yang terluka saat ini sedang dalam perawatan dan tidak ada satu pun yang berada dalam kondisi yang mengancam jiwa,” tambah kementerian.
Kementerian Pertahanan Italia menyatakan bahwa penyebab kecelakaan sedang diselidiki, dan pemeriksaan tengah dilakukan untuk memastikan kronologi peristiwa tersebut.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, menyampaikan duka yang mendalam terutama kepada keluarga korban.
“Saya menyampaikan belasungkawa pribadi saya, serta belasungkawa dari seluruh jajaran Kementerian Pertahanan,” ujarnya.
“Tidak ada kata-kata yang mampu meringankan kehilangan yang begitu mendalam ini,” tambahnya.
Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni turut menyampaikan belasungkawa melalui platform.
“Pikiran saya tertuju pada para korban, keluarga mereka, dan semua pihak yang-sebagai bagian dari misi untuk memajukan perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut-kini tengah mengalami masa-masa yang penuh kecemasan,” ujarnya.
Pesawat tersebut dikerahkan sebagai bagian dari Operasi Althea yang dijalankan oleh Pasukan UE (European Union Force), yang mengawasi pelaksanaan Perjanjian Damai Dayton.
(sef/sef)
Leave a comment