Home Finance RI Bakal Dapat Pendanaan Rp42,5 T dari IsDB, Ini Fokusnya
Finance

RI Bakal Dapat Pendanaan Rp42,5 T dari IsDB, Ini Fokusnya

Share
RI Bakal Dapat Pendanaan Rp42,5 T dari IsDB, Ini Fokusnya
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Islamic Development Bank (IsDB) mengindikasikan pendanaan sekitar US$2,56 miliar atau setara Rp45,82 (kurs Rp17.900/US$) triliun untuk mendukung pembangunan Indonesia selama periode 2026-2030. Pendanaan tersebut disiapkan melalui strategi kemitraan baru yang berfokus pada penguatan infrastruktur dan sumber daya manusia.

Presiden IsDB Group Dr. Muhammad Al Jasser mengatakan, nilai pendanaan tersebut masih bersifat indikatif dan berpotensi ditingkatkan apabila pelaksanaan proyek-proyek yang masuk dalam daftar rencana (pipeline) berjalan dengan baik.

“Dengan meluncurkan Member Country Partnership Strategy (MCPS), kami menegaskan kembali komitmen untuk terus melakukan lebih banyak hal. MCPS memiliki indikasi nilai pendanaan sekitar US$2,56 miliar, namun angka tersebut masih bersifat indikatif. Jika implementasi dan pelaksanaan proyek-proyek yang saat ini berada dalam pipeline berjalan dengan baik, nilai tersebut dapat ditingkatkan dan diperluas untuk mendukung lebih banyak proyek,” ujar Al Jasser dalam peluncuran MCPS 2026-2030 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

MCPS merupakan strategi kemitraan IsDB dengan Indonesia untuk mendukung agenda pembangunan nasional dalam lima tahun ke depan. Strategi ini diluncurkan bersamaan dengan kunjungan Presiden IsDB Group ke Jakarta.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyambut peluncuran MCPS sebagai momentum untuk memperkuat kemitraan jangka panjang Indonesia dengan IsDB, terutama dalam mendukung transformasi ekonomi nasional.

“Pada hari ini, kita juga meluncurkan Indonesia-IsDB Member Country Partnership Strategy atau MCPS untuk periode 2026 hingga 2030. Hal ini menandai komitmen baru untuk mendukung transformasi ekonomi Indonesia dan berkontribusi terhadap kemakmuran bersama di antara negara-negara anggota IsDB,” ujar Suahasil.

Menurut Suahasil, Indonesia telah menunjukkan ketahanan dalam menjaga pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. Namun, fondasi tersebut perlu terus diperkuat melalui peningkatan produktivitas, kualitas investasi, serta penciptaan lebih banyak kesempatan bagi masyarakat.

Dalam konteks tersebut, kemitraan dengan IsDB diharapkan dapat memberikan dukungan melalui pembiayaan, pengetahuan, dan pengalaman pembangunan. Investasi pada konektivitas dan kapasitas produktif juga perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Suahasil menegaskan, keberhasilan strategi kemitraan ini tidak hanya diukur dari besaran pendanaan, tetapi juga dari peluang ekonomi yang tercipta, kesejahteraan masyarakat yang meningkat, serta kontribusinya terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

IsDB diharapkan dapat membantu memobilisasi investasi dan menyediakan keahlian untuk menerjemahkan prioritas pembangunan bersama menjadi manfaat jangka panjang bagi Indonesia.

Sementara itu, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menilai peluncuran MCPS 2026-2030 menjadi tonggak penting dalam hubungan Indonesia dan IsDB yang telah berlangsung lebih dari lima dekade.

MCPS periode ini merupakan strategi kemitraan keempat antara Indonesia dan IsDB, sekaligus mencerminkan perkembangan kebutuhan pembangunan nasional dan perubahan tantangan yang dihadapi Indonesia.

Febrian menekankan bahwa kerja sama tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan, tetapi juga mencakup transfer pengetahuan, teknologi, jaringan, dan pengalaman pembangunan dari negara-negara anggota IsDB.

Di sisi lain, Indonesia juga memiliki pengalaman dan solusi pembangunan yang dapat dibagikan kepada negara berkembang lainnya melalui kerja sama Selatan-Selatan (South-South Cooperation/SSC).

Sebagai salah satu anggota pendiri sekaligus pemegang saham IsDB, Indonesia berharap lembaga tersebut terus meningkatkan kinerja, menyediakan pembiayaan yang lebih terjangkau, serta memperbesar dampak pembangunan bagi negara-negara anggotanya.

Indonesia juga ingin memperluas keterlibatan para profesional nasional dan memperkuat kerja sama dengan berbagai institusi dalam ekosistem IsDB.

Melalui MCPS 2026-2030, kemitraan Indonesia dan IsDB diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap agenda pembangunan nasional sekaligus memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *