Home Finance RI Siapkan 2 Model Hilirisasi Tebu: Jadi Bensin & Gula
Finance

RI Siapkan 2 Model Hilirisasi Tebu: Jadi Bensin & Gula

Share
RI Siapkan 2 Model Hilirisasi Tebu: Jadi Bensin & Gula
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan model baru pengembangan industri tebu yang mampu menghasilkan dua produk sekaligus. Diantaranya yakni bioetanol sebagai campuran bensin dan gula.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa konsep tersebut mengadopsi model yang telah diterapkan di Brasil.

“Begitu harga etanolnya naik, dia akan di-switch ke etanol. Tapi begitu harga gulanya naik, dia akan switch ke gula. Jadi dua model ini akan kita lakukan dan ini sedang dilakukan pematangan terhadap beberapa industri dan perusahaan yang akan kembangkan,” ujar Bahlil di Istana Negara dikutip Selasa (21/7/2026).

Lebih lanjut, Bahlil membeberkan, pemerintah tengah mematangkan sejumlah proyek perkebunan tebu yang berorientasi pada hilirisasi guna mendukung program mandatori bioetanol.

Sebelumnya, CEO Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) John Anis menegaskan pihaknya siap mendukung target pemerintah mempercepat pengembangan bioetanol.

“Jadi mungkin Bapak bertanya kenapa Pertamina ada di sini Pak, tapi Bapak lihat bahwa kami ingin berkontribusi di bioenergi Pak. Jadi kami juga ingin terima kasih Pak yang B50, selamat, kami juga punya cita-cita dan semangat yang sama untuk E20 Pak,” kata John saat mendampingi Prabowo.

Ia mengungkapkan saat ini Indonesia baru menerapkan E5 secara terbatas di sekitar 170 SPBU Pertamina yang berada di Jawa Timur dan Jakarta. Sementara di India implementasinya sudah mencapai E20.

“Jadi kita nggak mau kalah Pak, kita harus kejar mereka. Kita baru E5 Pak. Jadi ini E5 di 170 outlet kami di Jawa Timur dan di Jakarta,” katanya.

Di sisi lain, John menjelaskan Pertamina juga tengah mengembangkan bioetanol berbasis berbagai bahan baku tidak hanya tebu, namun juga aren, singkong, jagung, hingga sorgum.

Menurut John, untuk memenuhi kebutuhan nasional, Indonesia membutuhkan sekitar 20 hingga 30 pabrik bioetanol baru dalam dua tahun ke depan. Adapun, pembangunan pabrik di berbagai daerah dinilai akan meningkatkan kesejahteraan petani.

(ven/arj)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *