Home Finance Ribuan WNA Ilegal Tertangkap Basah Serbu Loker Kurir, Ini Modusnya
Finance

Ribuan WNA Ilegal Tertangkap Basah Serbu Loker Kurir, Ini Modusnya

Share
Ribuan WNA Ilegal Tertangkap Basah Serbu Loker Kurir, Ini Modusnya
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Lebih dari 1.100 warga negara asing (WNA) tertangkap basah bekerja secara ilegal sebagai kurir pengiriman barang dan makanan di Korea Selatan selama delapan bulan pertama tahun ini. Temuan mengejutkan dari seorang anggota parlemen tersebut langsung memicu kekhawatiran besar mengenai potensi kebocoran parah dalam sistem izin kerja negara bagi orang asing.

Mengutip The Korea Herald, Sabtu (10/10/2026), Anggota Parlemen Kim Gi-pyo dari Partai Demokrat Korea membeberkan data dari Kementerian Kehakiman selama audit parlemen terhadap kementerian tersebut pada hari Kamis.

Data resmi menunjukkan, sebanyak 1.132 WNA tertangkap bekerja sebagai kurir pengiriman tanpa izin yang sah antara bulan Januari dan Agustus, di mana total pekerja ilegal tak berdokumen di sektor ini diperkirakan telah menembus angka lebih dari 10.000 orang.

Kim menyajikan sejumlah unggahan dari grup media sosial berbahasa Vietnam dan komunitas daring yang secara terang-terangan mempromosikan pekerjaan kurir di Korea kepada WNA yang memasuki negara tersebut menggunakan visa pelajar.

Salah satu unggahan bahkan menampilkan kisah seorang mahasiswa internasional yang mengeklaim telah meraup 3,3 juta won atau setara US$ 2.460 (Rp 43.788.000) per bulan dengan melakukan pengiriman selama sembilan jam pada hari kerja dan 12 jam pada akhir pekan di sela-sela waktu kuliahnya.

Unggahan lainnya secara masif mengiklankan sepeda motor untuk pekerjaan pengiriman dan berbagi informasi tentang universitas mana saja yang mahasiswanya bisa menggabungkan studi dengan pekerjaan kurir. Kelompok ini juga saling membagikan tips kotor tentang cara meminjam akun yang terdaftar di platform raksasa seperti Baemin dan Coupang Eats, hingga penyewaan pelat nomor sepeda motor.

“Kami bahkan memiliki daftar lengkap universitas yang terlibat,” ucap Kim. Ia menambahkan bahwa sekolah-sekolah tersebut juga harus diselidiki secara menyeluruh sebagai bagian dari audit.

Di hadapan parlemen, Kim juga menyoroti temuan penipuan asuransi yang melibatkan sepeda motor pengiriman yang disamarkan sebagai kendaraan untuk perjalanan pribadi. Tercatat, total ada 37 kasus pendaftaran asuransi penipuan yang terdeteksi dan telah menghasilkan kerugian pembayaran asuransi hingga 120 juta won.

Celah Menganga dalam Sistem Pengawasan

Pengungkapan ini menimbulkan pertanyaan kritis mengenai efektivitas tindakan keras pemerintah terhadap kurir pengiriman asing tanpa izin. Kim mengkritik keras otoritas imigrasi karena selama ini hanya berfokus pada penangkapan individu kurir semata dan sangat jarang menyelidiki pihak-pihak yang merekrut atau mempekerjakan mereka. Pendekatan semacam itu dinilai tidak akan banyak membantu mengatasi pekerjaan ilegal yang telah terorganisasi.

Seorang saksi yang merupakan kurir pengiriman asal Daejeon dengan pengalaman 13 tahun mengaku telah berulang kali melaporkan kasus pembagian akun ilegal ke otoritas imigrasi, namun tidak pernah mendapat tanggapan apa pun.

“Hanya ada 10 pejabat imigrasi yang bertanggung jawab atas provinsi Daejeon dan Chungcheong. Itulah sebabnya kami melaporkan kasus-kasus ini kepada polisi,” ungkapnya.

“Tetapi ketika kami melakukannya, polisi memberi tahu kami bahwa itu juga bukan tanggung jawab mereka.”

Merespons karut-marut tersebut, Penjabat Menteri Kehakiman Lee Jin-soo mengakui adanya keterbatasan besar dalam upaya penegakan hukum di kementeriannya. Ia berdalih ada kekurangan personel dan menuntut perlunya kerja sama lintas lembaga dengan aparat penegak hukum lainnya serta pihak platform pengiriman.

“Tindakan keras oleh pejabat imigrasi saja sama sekali tidak cukup,” kata Lee.

“Beberapa dari pelanggaran ini tampaknya dilakukan secara terorganisasi dan sistematis, yang melibatkan penipuan asuransi dan aktivitas ilegal lainnya.”

Lebih jauh, Kim juga menunjukkan, para pekerja asing tersebut diduga kuat direkrut melalui sebuah perusahaan mitra utama dari Baemin, salah satu platform pesan antar makanan terbesar di Korea. Ia menuntut pertanggungjawaban yang lebih besar dari operator platform tersebut.

Menanggapi tudingan ini, CEO Woowa Youths (perusahaan yang bertanggung jawab atas operasi pengiriman Baemin) Kwon Oh-joong mengklarifikasi bahwa perusahaannya hanya memberikan akun pengiriman kepada WNA yang secara sah diizinkan bekerja di Korea.

“Saya mengakui tanggung jawab perusahaannya untuk mengawasi mitra-mitranya, namun ia juga beralasan bahwa selama ini perusahaan beroperasi murni melalui struktur alih daya atau outsourcing, bukan dengan melakukan kontrak langsung bersama individu kurir,” tuturnya.

(dce)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *