Home Finance Satu Bulan Tak Hujan Setetes Pun, Peristiwa Langka 1,5 Abad
Finance

Satu Bulan Tak Hujan Setetes Pun, Peristiwa Langka 1,5 Abad

Share
Satu Bulan Tak Hujan Setetes Pun, Peristiwa Langka 1,5 Abad
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah rekor yang mengkhawatirkan tercatat di Inggris. Stasiun cuaca tertua di London baru saja mengalami bulan kalender pertama yang benar-benar tanpa curah hujan sejak pencatatan dimulai lebih dari satu setengah abad silam, dikutip dari laman IFLScience dan berbagai sumber resmi, Selasa (4/8/2026).

Stasiun pengamatan di Kew Gardens, yang mulai mencatat data cuaca sejak tahun 1871, mencatat angka nol milimeter hujan sepanjang Juli 2026. Ini adalah kejadian pertama kalinya dalam sejarah pencatatan di lokasi tersebut yang tidak ada setetes pun air hujan yang turun sebulan penuh.

Sebelumnya, rekor bulan terkering terjadi pada Juli 1999 dengan hanya 2,5 milimeter curah hujan, lalu Juli 1921 sebanyak 3,7 milimeter. Namun kali ini, angka yang tercatat benar-benar kosong.

Kondisi serupa juga terlihat di wilayah sekitarnya. Stasiun pengamatan Hogsmill mencatat hujan terakhir terjadi pada 27 Juni, dan sepanjang bulan berikutnya tidak ada penambahan curah hujan sama sekali.

Secara keseluruhan, Inggris mengalami Juli paling kering sejak pencatatan dimulai tahun 1836. Rata-rata curah hujan yang turun hanya sekitar 7 persen dari biasanya, sedangkan bagian selatan Inggris bahkan hanya mendapat sekitar 1 persen dari rata-rata curah hujan Juli.

Badan Meteorologi Inggris atau Met Office menyebutkan kombinasi suhu panas ekstrem, sinar matahari yang melimpah, dan ketiadaan hujan hampir sempurna menjadikan bulan ini benar-benar luar biasa dalam catatan iklim.

Para pengamat cuaca juga mencatat tren yang mengkhawatirkan. Dari enam bulan Juli terkering yang pernah tercatat, lima di antaranya terjadi sejak tahun 1990. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa perubahan iklim membuat pola cuaca menjadi makin ekstrem dan tidak menentu.

Saat ini pihak Kew Gardens belum merilis pernyataan resmi yang memastikan angka tersebut, tetapi analisis independen terhadap data yang dirilis Met Office menunjukkan angka nol milimeter itu nyata adanya. Pemerintah setempat pun sudah menetapkan status kekeringan di sejumlah wilayah termasuk London mulai akhir Juli lalu.

Kekeringan Meluas di Dunia

Kondisi ini bukanlah kejadian terpisah. Berbagai belahan dunia kini dilanda kekeringan yang lebih panjang dan lebih parah dari biasanya, dipicu penguatan fenomena El Nino yang diperkirakan bertahan hingga awal tahun 2027.

Di benua Eropa, wilayah Italia, Belgia, dan Siprus kini menerapkan pembatasan penggunaan air, sedangkan sungai-sungai utama mengalami penyusutan debit yang mengancam pasokan minum dan pertanian. Di benua lain, wilayah Tanduk Afrika, sebagian Amerika Serikat, Australia, dan Asia Selatan juga melaporkan penurunan curah hujan yang sangat tajam.

Indonesia Terancam Panas Mendidih

Indonesia pun tak luput dari pengaruh perubahan iklim ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga pertengahan Juli, lebih dari separuh wilayah daratan Indonesia atau 54,5 persen telah memasuki musim kemarau.

Puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga September 2026, dengan karakteristik yang lebih kering dan berlangsung lebih lama dibanding tahun-tahun biasa. Ratusan titik pemantauan sudah tercatat tak turun hujan selama lebih dari sebulan, bahkan puluhan titik sudah tak mendapat air hujan lebih dari dua bulan.

Kondisi ini diperparah oleh suhu udara yang cenderung lebih tinggi dari rata-rata jangka panjang, sehingga penguapan air berjalan lebih cepat dan membuat tanah makin kering. Para ahli mengingatkan bahwa fenomena alam semacam ini akan semakin sering terjadi seiring berlanjutnya pemanasan global, yang mengubah pola curah hujan menjadi lebih ekstrem. Saat turun hujan bisa sangat deras, tetapi saat kemarau bisa berlangsung jauh lebih lama dari biasanya.

(dem/dem)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *