
Jakarta, CNBC Indonesia – Sawah milik China kini merambah ke luar angkasa. Astronaut di stasiun antariksa China memanen, menanam, dan menyimpan sampel eksperimen padi baru untuk meneliti pertumbuhan tanaman di lingkungan tanpa gravitasi.
Menurut laporan media lokal CCTV News, eksperimen ini berfokus pada mekanisme molekuler yang mengatur kestabilan genetik padi lintas generasi serta kemampuan tanaman beradaptasi dengan lingkungan luar angkasa.
Eksperimen terbaru ini ditargetkan dapat menumbuhkan dua generasi padi di orbit untuk pertama kalinya. Penelitian tersebut diharapkan membantu ilmuwan memahami dampak paparan gravitasi mikro dalam jangka panjang terhadap kestabilan genetik padi.
Selain eksperimen padi, para astronaut menjalankan serangkaian penelitian lain, termasuk menguji interaksi fisik dengan robot pendamping bernama Xiaohang.
Pengujian ini mengumpulkan data gerakan robot sebagai bahan untuk meningkatkan kemampuan perencanaan geraknya saat beroperasi di orbit.
Melansir dari Global Times, para astronaut juga menjalani pengujian pengambilan keputusan dalam kondisi darurat, penilaian kondisi emosional, serta penelitian mengenai perubahan otot dan tendon selama berolahraga di luar angkasa.
Mereka mengukur kekakuan tendon Achilles, menguji biomekanika anggota tubuh bagian bawah, serta memeriksa otot antigravitasi menggunakan peralatan ultrasonografi. Data tersebut akan membantu peneliti memahami perubahan interaksi otot dan tendon selama misi antariksa jangka panjang.
Di sisi lain, awak stasiun antariksa menyelesaikan pelatihan penyelamatan medis dan simulasi keadaan darurat akibat hilangnya tekanan di dalam stasiun. Mereka juga melanjutkan perawatan peralatan, membersihkan kabin, dan berolahraga sesuai jadwal.
China berharap laboratorium antariksa nasionalnya menghasilkan lebih banyak temuan ilmiah seiring berlanjutnya eksperimen di stasiun antariksa.
(dem/dem)
Leave a comment