Home Finance Singapura Jadi yang Terburuk, Tertinggi di Dunia
Finance

Singapura Jadi yang Terburuk, Tertinggi di Dunia

Share
Singapura Jadi yang Terburuk, Tertinggi di Dunia
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Polusi udara di Singapura telah memburuk hingga menjadi yang tertinggi di dunia. Kondisi krisis ini terjadi setelah kabut asap dari rentetan kebakaran hutan dan lahan (karhutra) terjadi di Sumatera, Indonesia.

Padahal, negeri kota itu akan menggelar perhelatan akhir pekan balap bergengsi Formula One (F1) tahunan. F1 Singapore Grand Prix 2026 berlangsung 9 hingga 11 Oktober di Marina Bay Street Circuit, Singapura.

Mengutip Channel News Asia (CNA) misalnya, Rabu, tingkat kualitas udara di Singapura secara resmi berada du puncak dengan rentang “sangat tidak sehat” berdasarkan rilis data dariIQAir, Pollutant Standards Index (PSI) mencapai 152.

Kualitas buruk juga masih terjadi Kamis (8/10/2026). Angka PSI 24 jam mencapai angka tertinggi 160 di wilayah barat pada pukul 10.00 pagi.

“Angka PSI 24 jam memasuki kisaran tidak sehat di seluruh Singapura pada Rabu siang dan bertahan di tingkat tersebut sepanjang malam hingga Kamis pagi,” tulis CNA.

“Per pukul 13.00 siang, angka PSI 24 jam tercatat 154 di wilayah barat, 140 di wilayah tengah, 118 di wilayah timur, 108 di wilayah selatan, dan 109 di wilayah utara,” tambah laman itu.

“Angka PM2.5 1 jam di wilayah timur dan selatan melonjak ke tingkat tinggi pada pukul 13.00 siang, menyusul wilayah tengah dan barat Singapura.”

Merujuk Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) Singapura, bahwa kabut asap lintas batas dengan tingkat sedang menyelimuti sebagian wilayah Singapura, Semenanjung Malaysia, Kalimantan, Sarawak, serta bagian selatan dan tengah Sumatra. Kepulan asap dengan tingkat kepadatan sedang hingga pekat juga teramati dari klaster titik panas (hotspot) yang terdeteksi di sebagian besar wilayah Kalimantan, serta wilayah tengah dan selatan Sumatra.

“Meskipun terdapat titik-titik panas yang tersebar di Kalimantan dan Sumatra, hanya sedikit yang teramati di wilayah lain di kawasan ASEAN bagian selatan. Namun, cakupan penuh situasi tersebut tidak dapat dipastikan karena tebalnya kabut asap dan tutupan awan,” ungkap NEA.

Sementara itu, NEA juga mengatakan kondisi kering diperkirakan akan terus berlanjut di sebagian besar wilayah ASEAN bagian selatan. Namun di wilayah utara Kalimantan serta sebagian Sumatra dan Semenanjung Malaysia diprediksi akan mengalami hujan.

“Situasi titik panas dan kabut asap mungkin membaik di wilayah yang mengalami hujan, namun tetap berada pada tingkat tinggi di wilayah yang mengalami cuaca kering berkepanjangan, dengan risiko terus berlanjutnya kejadian kabut asap lintas batas,” kata NEA.

“Di sisi lain, cuaca basah diperkirakan akan terus berlangsung di wilayah ASEAN bagian utara, yang membantu menjaga situasi titik panas dan kabut asap tetap terkendali,” tambahnya.

Pembacaan PSI 24 jam dikategorikan “tidak sehat” jika berada di kisaran 101 hingga 200. Lalu PSI bisa dikatakan “sangat tidak sehat” jika berada di kisaran 201-300 dan “berbahaya” jika melebihi 300.

Angka PM2,5 per jam diklasifikasikan ke dalam empat kategori, di mana normal, meningkat, tinggi, dan sangat tinggi. Kadar dianggap meningkat jika berada di kisaran 56 hingga 150 dengan rentang “tinggi” berada di kisaran 151 hingga 250 sedangkan angka di atas itu diklasifikasikan sebagai “sangat tinggi”.

Formula 1 Tetap Jalan?

Juru bicara Singapore GP Pte Ltd, selaku penyelenggara balapan F1 menyatakan bahwa jika kabut asap terbukti menyebabkan masalah pada jarak pandang, kesehatan masyarakat, atau operasional sirkuit, pihaknya tidak akan tinggal diam.

“Kami akan bekerja sama erat dengan lembaga terkait untuk menilai situasi sebelum membuat keputusan kolektif apa pun mengenai acara tersebut,” paparnya.

“Kondisi saat ini belum berada pada tingkat yang mengkhawatirkan,” tambahnya.

Menurut platform pemantauan kebakaran Kementerian Kehutanan SiPongi, jumlah titik panas bulan lalu adalah yang tertinggi sejak krisis darurat kabut asap regional tahun 2015 silam yang sempat memicu gangguan luas dan ketegangan diplomatik antarnegara. Di sisi lain, kelompok advokasi lingkungan Greenpeace telah mengidentifikasi lebih dari 20 perusahaan kelapa sawit, pulp, dan gula yang konsesi lahannya terbukti mengandung titik sumber asap kebakaran, termasuk beberapa di antaranya yang terindikasi kuat memiliki kaitan dengan Malaysia dan Singapura.

Dampak krisis ini turut merambat ke dunia olahraga, di mana pekan lalu penyelenggara Kuala Lumpur Standard Chartered Marathon memutuskan untuk membatalkan perlombaan kategori anak-anak karena masalah kesehatan, meski kategori maraton penuh dan setengah maraton tetap dilanjutkan. Kendati demikian, catatan waktu para pelari pemenang utama terpantau menjadi lebih lambat dari tahun-tahun sebelumnya.

(tps/sef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *