Home Finance Singapura Luncurkan Aplikasi Cari Jodoh Khusus untuk PNS
Finance

Singapura Luncurkan Aplikasi Cari Jodoh Khusus untuk PNS

Share
Singapura Luncurkan Aplikasi Cari Jodoh Khusus untuk PNS
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Singapura meluncurkan platform kencan bernama FirstDate yang ditujukan bagi pegawai negeri berusia 21 hingga 35 tahun. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadapi penurunan angka pernikahan dan tingkat kesuburan yang kini berada di level terendah dalam sejarah negara tersebut.

Melansir The Star, FirstDate diperkenalkan sebagai program percontohan oleh Government Technology Agency (GovTech) pada 30 September 2026. Platform tersebut menggunakan algoritma Gale-Shapley Stable Marriage untuk membantu mencocokkan para pegawai negeri berdasarkan tingkat kecocokan, dengan tujuan mengurangi “swipe fatigue” atau kelelahan akibat kebiasaan menggeser profil secara berulang seperti di aplikasi kencan konvensional.

Berbeda dari aplikasi kencan yang memungkinkan pengguna terus-menerus memilih atau menolak profil, FirstDate memberikan satu pasangan (match) dalam setiap siklus. Pengguna terlebih dahulu diminta mengisi kuesioner mengenai berbagai aspek pribadi, termasuk minat, kebiasaan, nilai-nilai, preferensi agama, serta hal-hal yang dianggap sebagai dealbreaker atau faktor yang tidak dapat ditoleransi dalam sebuah hubungan.

Platform tersebut juga dirancang dengan mempertimbangkan aspek privasi. Pengguna yang mendapatkan kecocokan dapat memutuskan sendiri apakah informasi kontak mereka akan dibagikan kepada pasangan yang sesuai.

Setelah menjalani proses tersebut, pengguna juga dapat memberikan penilaian terhadap pengalaman kencan mereka melalui sistem bintang serta kolom masukan secara sukarela. Masukan itu menjadi bagian dari evaluasi terhadap program percontohan.

Peluncuran platform ini berlangsung ketika Singapura menghadapi tantangan demografi yang semakin besar. Data resmi pemerintah menunjukkan resident total fertility rate atau tingkat kesuburan total penduduk pada 2025 turun menjadi 0,87 kelahiran per perempuan, dari 0,97 pada 2024. Angka tersebut merupakan yang terendah yang pernah tercatat di Singapura.

Jumlah pernikahan juga menurun. Pada 2025, tercatat 24.688 pernikahan sipil dan Muslim, turun 6,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pernikahan warga negara Singapura, jumlahnya mencapai 21.671, turun 5,6 persen dari 22.955 pada 2024.

Pada saat yang sama, jumlah kelahiran hidup juga mengalami penurunan. Singapura mencatat 29.864 kelahiran hidup pada 2025, turun 11,4 persen dibandingkan 2024.

Pemerintah Singapura dalam beberapa tahun terakhir telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mendorong warganya memiliki anak. Perdana Menteri Lawrence Wong pada National Day Rally 23 Agustus 2026 mengumumkan paket dukungan keluarga yang mencakup peningkatan cuti pengasuhan anak, bantuan finansial, dukungan perumahan serta upaya menekan biaya pendidikan prasekolah.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan demografi Singapura tidak hanya direspons melalui insentif setelah seseorang memiliki anak, tetapi juga melalui upaya mendukung pasangan dalam membangun keluarga.

(hsy/hsy)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *