Home Finance Suka Gonta-Ganti Kelamin, Rahasia Kesukaan Warga RI Kini Diungkap
Finance

Suka Gonta-Ganti Kelamin, Rahasia Kesukaan Warga RI Kini Diungkap

Share
Suka Gonta-Ganti Kelamin, Rahasia Kesukaan Warga RI Kini Diungkap
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Siapa sangka buah alpukat menyimpan rahasia luar biasa. Setiap hari, bunga pohon alpukat berganti peran kelamin, berfungsi sebagai betina lalu berubah menjadi jantan. Selama lebih dari satu abad, para ahli botani bingung mencari penjelasan ilmiahnya. Kini, sebuah penelitian akhirnya memecahkan teka-teki tersebut.

Dilihat sekilas, bunga alpukat tampak biasa saja. Setiap bunga padahal memiliki organ reproduksi jantan sekaligus betina.

Namun, kedua jenis bunga tersebut tidak bekerja bersamaan. Pada pagi hari, bunga itu berperan sebagai betina yang menerima serbuk sari. Siang berganti sore, ia menutup lalu membuka kembali sebagai jantan yang melepaskan serbuk sari. Cara ini mencegah penyerbukan sendiri yang bisa melemahkan tanaman keturunannya.

Menariknya, pohon alpukat terbagi menjadi dua kelompok dengan jadwal yang saling melengkapi. Pohon Tipe A membuka fase betina pada pagi hari dan berubah menjadi jantan saat sore tiba. Sebaliknya, pohon Tipe B justru melakukan hal sebaliknya yaitu menjadi betina saat sore hari dan berperan sebagai jantan pada pagi berikutnya. Dengan begitu, kedua jenis pohon saling menyerbuki dan menghasilkan buah lebih banyak.

Tim peneliti dari Universitas California, Davis dan Universitas California, Riverside yang dipimpin Jeffrey Groh akhirnya menemukan kuncinya setelah memetakan genom ratusan pohon alpukat dan mencatat pembukaan bunga jam demi jam siang dan malam. Ternyata semua diatur oleh satu gen bernama SDMYB, yang bekerja layaknya jam biologis yang berdetak mengatur kapan bunga membuka fase betina dan kapan berubah menjadi jantan.

“Penemuan ini memberikan penjelasan genetik atas misteri penyerbukan alpukat yang sudah berumur satu abad,” ujar Jeffrey Groh, peneliti pascadoktoral di UC Berkeley, seperti dikutip Science Alert pada Senin (10/8/2026).

Gen SDMYB hadir dalam dua bentuk. Pohon Tipe A membawa satu salinan masing-masing bentuk gen tersebut, sedangkan pohon Tipe B membawa dua salinan bentuk resesif. Perbedaan kecil inilah yang menentukan jadwal pembukaan bunga. Bentuk gen ini ternyata sudah ada sejak lebih dari 42 juta tahun lalu, jauh sebelum manusia mulai membudidayakan alpukat.

Penemuan ini bukan sekadar teori ilmiah. Selama ini, petani harus menunggu 10 hingga 15 tahun sejak menanam bibit untuk mengetahui apakah pohon itu termasuk Tipe A atau B. Kini, berkat penanda genetik ini, bibit bisa langsung diketahui jenisnya sejak masih kecil, memangkas waktu bertahun-tahun dan meningkatkan efisiensi penanaman secara drastis.

“Kita tidak perlu lagi menanam ratusan bibit dan menunggu bertahun-tahun hanya untuk mengetahui jenisnya,” kata Marllon Soares dos Santos, insinyur pertanian di UC Riverside. “Keputusan itu bisa diambil sejak awal. Itu membuat pembiakan menjadi jauh lebih efisien.”

Jadi, alasan alpukat berganti kelamin setiap hari ternyata bukan hal yang rumit. Semuanya berkat gen tunggal yang bekerja tepat waktu demi menjaga agar penyerbukan tetap silang dan buah tetap lebat.

(dem/dem)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *