
Nusa Dua, CNBC Indonesia – Saat ini, kontribusi pendapatan terbesar Telkom masih didominasi oleh bisnis consumer melalui Telkomsel. Namun ke depannya, Telkom menyiapkan mesin uang baru.
“Kalau sekarang kan mayoritas pertumbuhan itu atau cuannya Telkom itu datang dari B2C, yaitu Telkomsel ya, dari mobile broadband maupun fiber broadband,” kata Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini dalam wawancara bersama CNBC Indonesia TV.
Salah satunya adalah bisnis fiber melalui InfraNexia. Sekarang bisnis ini tengah berproses untuk spin-off.
Rencananya InfraCo akan mulai beroperasi penuh dengan aset yang diserahkan Telkom pada 1 Oktober 2026. “Ya, jadi ini InfraNexia ini tuh the next growth driver,” ucapnya.
Selain itu juga Telkom International (Telin) yang bisa jadi mesin pertumbuhan baru. Telin berfokus pada bisnis kabel bawah laut, yang kini tengah jadi incaran banyak pihak.
“Jadi kabel bawah laut tuh kita lihat bahwa apapun yang kita bangun, itu kayak kacang goreng. Jadi kita gelar, diambil tuh sama customer . Ya, jadi jadi, ini juga akan menjadi pendorong pertumbuhan berikutnya,” ucapnya.
Terakhir, adalah B2B ICT yang disebut Dian akan menjual konektivitas plus solusi ICT. Bisnis ini diperuntukkan untuk enterprise, yakni swasta, pemerintah, BUMN hingga UMKM.
Dia menambahkan jika semua bisnis tadi telah memberikan profit namun belum terlalu besar dari segi kontribusi. Inilah yang ingin ditindaklanjuti ke depannya.
“Jadi diharapkan nanti tiga yang tiga pilar ini kontribusinya bakal lebih besar ke Telkom Group, sehingga enggak didominasi oleh B2C ya,” kata Dian.
(dem/dem)
Leave a comment