
Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten energi berkelanjutan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatatkan perbaikan kinerja dengan penyusutan rugi bersih konsolidasian sebesar 72% pada kuartal III-2026.
Mengacu laporan keuangan terbaru, TOBA mencatatkan rugi bersih konsolidasian sebesar US$35,4 juta atau sekitar Rp641.44 miliar. Angka ini menyusut 72% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar US$127,9 juta.
Direktur dan Chief Financial Officer TBS Juli Oktarina mengatakan, rugi bersih pada periode ini mencakup beban yang terkait dengan akuisisi yang dilakukan Perseroan terhadap Cora Environment Pte. Ltd, di mana sebagian besarnya terdiri dari beban terkait depresiasi dan amortisasi yang merupakan beban non-kas.
Rugi bersih tersebut juga termasuk beban sewaktu terkait refinancing terhadap pinjaman senior dari entitas-entitas bisnis pengelolaan limbah Perseroan, yang dilakukan untuk menurunkan biaya modal serta meningkatkan struktur permodalan Perseroan. Rugi bersih yang dicatatkan pada saat ini sejalan dengan ekspektasi manajemen Perseroan sebagai bagian dari transisi dari bisnis batu bara ke energi berkelanjutan.
Meski demikian, TOBA mencatatkan pendapatan sebesar US$257,3 juta, lebih rendah 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan penurunan pendapatan dari bisnis legacy Perseroan.
“Kami tetap berkomitmen untuk melanjutkan transformasi kami seiring terus memperbesar bisnis infrastruktur berkelanjutan kami di Indonesia dan kawasan Asia, sementara pada saat yang sama, tetap mengelola bisnis legacy kami secara bertanggung jawab,” Juli tertulis, dikutip Jumat, (30/10/2026).
Dari sisi aset, TOBA mencatat total aset sebesar US$751,68 juta. Adapun ekuitas dan liabilitasnya masing-masing tercatat sebesar US$172,04 juta dan US$579,63 juta.
(rob/rob)
Leave a comment