Home Finance Temuan Ribuan Artefak di Tanah Suci Ungkap Sejarah Islam Zaman Dulu
Finance

Temuan Ribuan Artefak di Tanah Suci Ungkap Sejarah Islam Zaman Dulu

Share
Temuan Ribuan Artefak di Tanah Suci Ungkap Sejarah Islam Zaman Dulu
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Ribuan benda bersejarah telah berhasil digali di wilayah Madinah, Arab Saudi, mengungkap jejak peradaban dan perjalanan panjang para peziarah sejak masa awal Islam. Pengumuman ini disampaikan oleh Komisi Warisan Budaya Arab Saudi sebagai hasil dari musim kedua penelitian arkeologi yang dilakukan di kawasan tersebut, Selasa (29/9/2026).

Penggalian berfokus di wilayah Provinsi Al-Mahd, yang berada di lingkungan kawasan Madinah. Tercatat sebanyak 1.774 temuan arkeologis berhasil dikumpulkan dari tiga lokasi utama, yaitu Al-Suwayriqiyah, Al-Muwayhiyah, dan Hadhah. Penelitian ini juga berhasil mengidentifikasi 156 situs arkeologi yang belum pernah tercatat sebelumnya.

Koleksi yang ditemukan terdiri dari 461 prasasti bertuliskan kaligrafi Islam, 34 prasasti berhuruf bangsa Thamud, 1.259 panel seni ukir di dinding batu, serta 11 bangunan dari batu, tiga sisa bangunan berbentuk istana, dua jalur perhentian kafilah, dan empat sumur kuno. Salah satu penemuan yang paling menarik perhatian adalah prasasti batu yang menyebutkan nama Khalifah Umar bin Khattab, lengkap dengan sepotong puisi yang ditulis pada masa itu.

Di tempat lain, tim peneliti juga telah menyelesaikan penggalian di situs kuno Al-Juhfah, yang dikenal sebagai salah satu miqat atau batas waktu dan tempat memulai niat ibadah haji maupun umrah.

Miqat adalah wilayah yang ditetapkan sebagai batas bagi siapa saja yang hendak melaksanakan ibadah haji atau umrah untuk memulai niat dan mengenakan pakaian ihram. Jika melewati wilayah miqat tanpa berniat, ibadahnya belum sah dan harus diulang atau diganti dengan denda sesuai ketentuan agama.

Al-Juhfah terletak sekitar 187 kilometer ke arah barat laut Makkah, dan sejak zaman dahulu menjadi miqat bagi penduduk Mesir, Afrika Utara, serta wilayah sebelah barat lainnya yang menuju ke Tanah Suci.

Penelitian yang dilakukan bekerja sama dengan Universitas Exeter menemukan bahwa Al-Juhfah berkembang pesat pada abad kedua Hijriah. Di sana dulunya berdiri bangunan pengairan yang menampung air bagi para peziarah, serta deretan toko yang melayani kebutuhan mereka selama berhenti. Lebih dari 1.700 artefak berhasil dikumpulkan dari situs ini, yang mengonfirmasi peran penting Al-Juhfah sebagai persimpangan jalur ziarah yang menghubungkan berbagai daerah.

Benda-benda yang ditemukan meliputi pecahan peralatan rumah tangga yang kemungkinan dipakai sehari-hari, enam tungku yang digunakan untuk memanaskan air, sisa saluran pengaliran air, serta 13 batu nisan yang berasal dari masa kekuasaan Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah.

Banyak di antara benda tersebut diketahui berasal dari wilayah yang jauh, seperti Levant, Mesir, hingga Ethiopia. Hal ini membuktikan bahwa sejak berabad-abad silam, jalur menuju Tanah Suci sudah dilalui oleh peziarah yang datang dari berbagai bangsa dan benua.

Artinya, tanah di sekitar Madinah dan jalur menuju Makkah masih menyimpan ribuan kisah yang belum terungkap. Setiap prasasti, sumur kuno, maupun pecahan bejana yang ditemukan adalah bukti nyata bahwa Tanah Suci bukan hanya tempat tujuan ibadah, melainkan juga pusat pertemuan peradaban yang telah menyatukan manusia dari berbagai penjuru dunia selama belasan abad lamanya.

(dem/dem)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *