
Jakarta, CNBC Indonesia – Pekan depan sudah mulai memasuki periode tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN, bagi para peserta lulus seleksi administrasi Sekolah Kedinasan.
Berdasarkan Kepusuan Menteri PANRB Nomor 406 Tahun 2026, nilai ambang batas tes SKD yang harus dicapai para calon siswa-siswi Sekolah Kedinasan supaya lolos adalah 281.
Terdiri dari Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 156, Tes Intelegensi Umum (TIU) 80, dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 65. Masing-masing soal adalah 45, 35, dan 30 untuk waktu pengerjaan 100 menit.
Adapun bobot jawaban untuk TKP dan TIU paling tinggi 5, paling rendah 1, dan tidak menjawab 0, sedangkan TWK hanya dihitung benar 5 dan salah serta tidak menjawab 0.
Adapun materi TWK terdiri dari soal nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, dan bahasa negara. Sedangkan untuk TIU, terdiri dari kemampuan verbal, numerik, dan figural. TKP terdiri dari pelajaran publik, jejaring kerja, sosial budaya, teknologi, profesionalisme, dan anti radikalisme.
Dalam Peraturan Menteri PANRB Nomor 13 Tahun 2026, penerimaan peserta didik sekolah kedinasan ini mempertimbangkan upaya untuk memenuhi kebutuhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memiliki kompetensi teknis dan spesifik untuk mendukung penyelenggaraan urusan pemerintahan di berbagai bidang.
Di antaranya bidang pengelolaan keuangan dan kekayaan negara, kepamongprajaan, transportasi, keimigrasian dan pemasyarakatan, hukum terapan, intelijen, statistika, keamanan siber dan persandian, serta meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
“Peserta Didik yang dinyatakan lulus pendidikan pada Sekolah Kedinasan yang dibuktikan dengan ijazah dari Sekolah Kedinasan diusulkan untuk menjadi Calon PNS (CPNS),” dikutip dari ayat 1 Pasal 24 Peraturan Menteri PANBR 13/2026, dikutip Rabu (16/9/2026).
Berdasarkan Surat Kepala BKN Nomor 5249/B-KS.04.01/SD/K/2026 tanggal 12 Agustus 2026, rangkaian seleksi dimulai dengan pengumuman seleksi pada 15 Agustus 2026 dan pendaftaran dibuka mulai 18 Agustus 2026.
Jadwal tersebut menjadi pedoman bagi sembilan kementerian/lembaga penyelenggara Sekolah Kedinasan dalam melaksanakan seluruh tahapan penerimaan peserta didik Tahun 2026.
Mengacu pada jadwal yang telah ditetapkan, pengumuman seleksi berlangsung pada 15-24 Agustus 2026. Selanjutnya, pendaftaran seleksi dibuka pada 18-30 Agustus 2026, bersamaan dengan pelaksanaan seleksi administrasi pada 18 Agustus-1 September 2026. Hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 2-3 September 2026.
Peserta yang memiliki keberatan terhadap hasil seleksi diberikan kesempatan mengajukan sanggah pada 4-5 September 2026, yang kemudian dijawab pada 4-6 September 2026. Hasil pasca sanggah dijadwalkan diumumkan pada 7-8 September 2026.
Setelah tahapan administrasi, rangkaian seleksi dilanjutkan dengan proses penerbitan kode billing serta pembayaran PNBP untuk Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan Computer Assisted Test (CAT) BKN.
Proses tersebut berlangsung pada September 2026, sebelum peserta mengikuti SKD CAT BKN yang dijadwalkan pada 22 September-7 Oktober 2026. Setelah pelaksanaan SKD, pengolahan nilai dijadwalkan berlangsung pada 27 September-10 Oktober 2026. Sementara itu, pengumuman hasil SKD dilakukan secara bertahap pada 1-13 Oktober 2026.
Peserta yang lolos SKD kemudian mengikuti seleksi lanjutan non-CAT BKN pada 11-28 Oktober 2026. Untuk instansi yang mengajukan seleksi lanjutan menggunakan metode CAT BKN, tahapan pembayaran PNBP, validasi data, penjadwalan, hingga pelaksanaan seleksi lanjutan juga telah ditetapkan dalam jadwal penerimaan.
Pengumuman kelulusan akhir oleh kementerian/lembaga dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober-1 November 2026.
Pendaftaran Sekolah Kedinasan telah resmi ditutup pada 30 Agustus 2026, dengan total jumlah pendaftar yang telah submit di sistem SSCASN Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebanyak 120.295 orang.
Jumlah pelamar yang sudah submit pendaftaran itu tercatat jauh lebih rendah dari periode 2025 yang mencapai 141.261 pendaftar submit.
Padahal, kuota yang disediakan pemerintah untuk Sekolah Kedinasan 2026 lebih tinggi dibanding 2025. Pada tahun ini kuota yang disediakan mencapai 4.770 formasi, sedangkan pada tahun sebelumnya hanya 3.252 formasi.
(arj/arj)
Leave a comment