Jakarta, CNBC Indonesia – Tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) industri motor listrik di Indonesia terus mengalami peningkatan. Pelaku industri bahkan menargetkan penggunaan komponen lokal akan semakin tinggi dalam beberapa tahun ke depan.
Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi mengatakan banyak anggota asosiasi yang kini telah memenuhi batas minimal TKDN yang ditetapkan pemerintah.
“Kalau TKDN kita 40%. Aismoli sudah banyak yang mencapai itu. Tahun depan 60%,” kata Budi kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (23/7/2026).
Ia mengakui belum memiliki data rinci mengenai capaian masing-masing produsen. Selama ini, perkembangan industri lebih banyak dipantau melalui data penjualan yang dihimpun pemerintah.
Calon pembeli melihat motor listrik yang dijual di Showroom Bintaro EV, Tangerang Selatan, Rabu (20/8/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Calon pembeli melihat motor listrik yang dijual di Showroom Bintaro EV, Tangerang Selatan, Rabu (20/8/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
|
Pasalnya, asosiasi tidak dapat memaksa seluruh perusahaan menyerahkan data secara berkala. Karena itu, Aismoli biasanya menggunakan data dari pemerintah sebagai acuan perkembangan pasar.
“Data saya enggak punya. Biasanya saya minta dari Kementerian Perhubungan, sudah berapa sekarang, berapa ribu yang terjual,” ujarnya.
Budi menilai peningkatan TKDN menjadi salah satu indikator bahwa industri motor listrik nasional mulai berkembang. Penguatan komponen lokal juga dinilai penting untuk memperkuat daya saing industri dalam negeri.
“Kalau TKDN terus meningkat tentu akan semakin baik untuk industri nasional karena kemampuan produksi dalam negeri juga ikut berkembang,” katanya.
(fys/wur)
Add
as a preferred
source on Google

Leave a comment