Jakarta, CNBC Indonesia – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Eddy Poernomo menilai program transisi energi bukan lagi hanya pilihan, melainkan sebuah upaya yang harus dihadapi untuk menjaga keberlanjutan ekonomi nasional. Hal itu juga menjadi target besar Indonesia dalam melakukan dekarbonisasi dalam mencapai net zero emission paling lama tahun 2060 mendatang.
Eddy menyebutkan bahwa sektor energi harus bertransformasi agar menjadi lebih berkelanjutan di tengah disrupsi global. Ia menilai transisi ini sangat mendesak untuk dilakukan mengingat dinamika geopolitik dunia yang terus menekan ketahanan energi fosil.
“Bagi saya transisi energi itu bukan opsi, bukan pilihan, itu adalah keniscayaan. Jadi it is inevitable that we have to transform our energy sector to become more sustainable,” katanya dalam acara Coffee Morning CNBC Indonesia, dikutip Jumat (24/7/2026).
Dalam catatannya, Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) mencapai 3.600 Giga Watt (GW), di mana 3.300 GW di antaranya bersumber dari energi basis surya. Meskipun saat ini Indonesia masih memiliki cadangan batu bara yang cukup untuk 150 tahun ke depan, pemanfaatan energi bersih tetap menjadi prioritas utama.
“Kita memiliki jumlah yang sangat besar Indonesia itu sesungguhnya Ibu Bapak sungguh negara yang kaya. Kita itu punya sumber energi fosil yang besar sekali tadi saya sebutkan batu bara 150 tahun. Kita masih punya cadangan gas yang begitu besar. Di lain pihak kita juga punya sumber energi terbarukan yang sangat besar,” tambahnya.
Proses transisi energi tersebut juga diharapkan mampu membuat pilar ekonomi baru melalui mekanisme perdagangan karbon. Pemerintah sendiri membuka kembali keran perdagangan karbon untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari program penurunan emisi gas rumah kaca.
“Artinya apa? Kita punya peluang untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari penurunan emisi kita dari transisi energi kita becoming more sustainable itu ada rewardnya bisa kita gunakan untuk membiayai proses transisi energi yang kita miliki hari ini,” paparnya.
Eddy menekankan bahwa transisi energi juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM dan LPG yang selama ini membebani devisa negara. Pemanfaatan sumber energi terbarukan seperti panas bumi, angin, dan air akan terus digalakkan oleh pihaknya.
“Jadi transisi energi yang kita lakukan saat ini adalah bagian dari komitmen kita untuk melakukan dekarbonisasi tersebut dan menurut saya hari ini target dekarbonisasi melalui transisi energi tidak hanya dilakukan oleh Indonesia tetapi seluruh dunia,” tandasnya.
(pgr/pgr)
Add
as a preferred
source on Google
Leave a comment