
Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap praktek pungutan liar yang mengancam mutu dan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN Sudaryono menyebut ada oknum yayasan yang meminta ‘setoran’ atau pungutan liar (pungli) kepada mitra pengelola dapur.
Sudaryono menegaskan bahwa tindakan pungutan tidak resmi tersebut mengancam program MBG.
“Kami menemukan ada yayasan yang meminta setoran sekian rupiah per ompreng ke mitra dapur MBG,” ungkap Sudaryono, dikutip dari detikcom.
“Ini tidak boleh terjadi karena setiap rupiah yang dialokasikan harus kembali dalam bentuk makanan yang bergizi utuh untuk anak-anak,” tegasnya.
Praktik pungutan liar ini bisa menggerus dana operasional dapur. Jika terus tergerus oleh pungli, pengelola dapur berisiko mengompromikan bahan baku untuk menu MBG, misalnya dengan cara mengurangi porsi protein hewani (daging, ayam, telur, ikan), sayuran segar, maupun buah-buahan pendamping.
“Kami menegaskan kepada seluruh mitra pengelola dapur untuk tidak melayani permintaan setoran dari pihak manapun. Kalau anggaran dipotong, yang dirugikan adalah kualitas piring makan anak-anak kita,” lanjut Sudaryono.
Program MBG sendiri hingga kini terus menjadi sorotan karena banyaknya insiden keracunan dan praktik korupsi.
Terbaru, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan lima tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pengadaan motor listrik oleh PT Yasa Artha Trimanunggal dalam program MBG di BGN.
(hsy/hsy)
Leave a comment