
Daftar Isi
Jakarta, CNBC Indonesia – Nasi jadi salah satu makanan wajib yang harus ada bagi kebanyakan orang Indonesia. Namun banyak yang menilai mengonsumsi nasi berlebihan bisa membuat perut buncit. Ternyata asumsi ini tidak selalu benar.
Faktanya, ada beberapa kebiasaan yang lekat dengan masyarakat Indonesia dan berkontribusi dalam membuat perut buncit.
1. Makan kerupuk
Kerupuk merupakan bagian tak terpisahkan dari kuliner Indonesia. Sayangnya, penganan renyah tersebut sangat tinggi kalori.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan satu buah kerupuk mengandung sekitar 65 kalori. “Bayangin kalau kita hobinya ngemilin kerupuk, ga terasa satu renteng sehari abis, berarti kita sudah memasukkan 10 x 65 kalori = 650 kalori dan pastinya tidak membuat kita kenyang,” ujarnya.
Budi kemudian membandingkan asupan tersebut dengan satu porsi nasi lengkap berisi nasi putih, ayam bakar, tahu, dan tempe. Menurutnya, meski memiliki jumlah kalori yang mirip, sepiring nasi dengan lauk pauknya jauh lebih bernutrisi dan mengenyangkan dibandingkan kerupuk.
“10 kerupuk itu hampir setara dengan proporsi 1 piring nasi lengkap lauk pauknya yang pasti lebih bervariasi secara rasa, tekstur dan membuat rasa kenyang serta bernutrisi,” jelas Budi.
2. Makan dekat waktu tidur
Idealnya, kita harus mengonsumsi makanan terakhir tiga jam atau lebih sebelum tidur.
“Saat tidur, sistem pencernaan berhenti dan tubuh kita berusaha memperbaiki dan menyembuhkan dirinya sendiri. Jika ada makanan yang perlu dicerna di usus, tubuh jadi tidak fokus melakukan penyembuhan, karena berfokus pada mencerna makanan,” ungkap ahli gizi yang dijuluki The Nutrition Twins, Tammy Lakatos Shames dan Lyssie Lakatos.
Saat tidur, tubuh berusaha menyimpan energi, memulihkan, dan memperbaiki, kalori tersebut tidak tidak dimanfaatkan dengan baik dan mereka bisa berakhir menjadi lemak perut.
Penelitian mengungkapkan bahwa makan terlalu larut mengacaukan ritme sirkadian Anda, dan berdampak negatif pada pengaturan gula darah dan metabolisme lemak Anda.
3. Konsumsi Es Teh Manis
Makanan manis sangat mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada minuman kemasan yang dalam 1 pcs bisa mengandung 25 gram gula.
Dikutip dari Healthline, makanan dan minuman dengan kalori tinggi merupakan penyumbang asupan gula terbesar di banyak populasi.
Karenanya tubuh mendapati asupan kalori dan gula dalam jumlah besar dengan sedikit atau tanpa nilai gizi dalam sekali makan. Hal ini nantinya menyebabkan penambahan berat badan dan menambah penyimpanan lemak, terutama di bagian perut.
(hsy/hsy)
Leave a comment