
Jakarta, CNBC Indonesia – Tren penggunaan smartphone di kalangan Gen Z mulai mengalami perubahan. Sebagian disebut mulai jenuh dengan ketergantungan terhadap layar smartphone dan memilih kembali menggunakan ponsel dengan fitur yang lebih sederhana.
Fenomena tersebut mulai terlihat di Amerika Serikat (AS) dalam beberapa tahun terakhir. Influencer yang dikenal mendorong penggunaan ‘dumb phone’, Jose Briones, mengatakan sebagian Gen Z kini mulai mencari alternatif dari smartphone.
“Saya pikir Anda bisa melihatnya dengan populasi Gen Z tertentu, mereka bosan dengan layar (smartphone),” kata Briones, dikutip dari CNBC International, Minggu (4/10/2026).
Menurut Briones, kejenuhan terhadap smartphone tersebut turut mendorong anak muda untuk melirik kembali ponsel jadul atau feature phone yang memiliki fungsi lebih terbatas dibandingkan smartphone.
HMD Global menjadi salah satu perusahaan yang ketiban durian runtuh. Perusahaan diketahui memiliki merek ponsel sejuta umat Nokia yang banyak menjual ponsel awal tahun 2000-an lalu.
Penjualan feature phone di AS sendiri telah melonjak mencapai puluhan ribu perbulannya pada 2022. Hal ini terjadi saat penjualan global juga mengalami penutunan.
Sementara itu, pasar feature phone didominasi masyarakat di Timur Tengah, Afrika dan India. Counterpoint Research melaporkan pasar negara tersebut mencapai 80% di tahun lalu.
Di sisi lain, pasar smartphone Indonesia tercatat tidak begitu baik. Daya beli masyarakat diketahui mengalami penurunan sejak beberapa tahun lalu.
IDC dalam laporan Worldwide Quaterly Mobile Phone Tracker menyebutkan pasar smartphone Indonesia menurun 14,3% pada 2023. Jumlah unit yang dikirimkan hanya 35 juta unit saja.
(hsy/hsy)
Leave a comment