
Jakarta, CNBC Indonesia – Asian Development Bank (ADB) telah menyetujui subprogram pertama dari Program Pendalaman Pasar Keuangan (Financial Market Deepening Program), untuk mendukung updaya Indonesia untuk memperdalam pasar modal, modernisasi ekosistem keuangan digital, serta membangun lingkungan yang mendukung bagi pembiayaan berkelanjutan dan transisi.
Subprogram pertama ini didukung dengan pembiayaan sebesar US$650 juta atau setara Rp 11,66 triliun (kurs Rp 17.949/US$) dari ADB, melanjutkan komitmen jangka panjang ADB terhadap sektor keuangan Indonesia, termasuk Program Pengembangan dan Inklusi Pasar Keuangan serta Program Promosi Inklusi Keuangan Inovatif.
“Ketika pelaku usaha dapat mengakses pembiayaan dengan lebih mudah, mereka dapat berinvestasi, berkembang, dan menciptakan lapangan kerja,” kata Direktur ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov dikutip dari keterangannya, Jumat (2/10/2026).
Menurut ADB, Program Pendalaman Pasar Keuangan ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Indonesia untuk memperkuat sistem keuangannya di tiga area utama, yakni: meningkatkan efisiensi pasar, mendorong layanan keuangan digital yang aman dan inovatif, serta memobilisasi modal swasta untuk proyek-proyek yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Oleh sebab itu, langkah reformasi ini menurut ADb akan membantu meningkatkan likuiditas pasar, transparansi, dan partisipasi investor dengan mendukung pinjaman sekuritas, penyedia likuiditas, serta pengembangan pasar obligasi.
Layanan keuangan digital juga akan diperkuat lewat kerangka regulasi aset digital yang lebih kokoh, peningkatan standar keamanan siber, dan langkah-langkah perlindungan konsumen yang lebih kuat.
Selain itu, program ini juga akan mendukung pembiayaan berkelanjutan dan transisi dengan cara memperkuat regulasi dan infrastruktur pasar, memperluas taksonomi keuangan berkelanjutan, mendorong penyaluran kredit hijau, dan mengurangi hambatan dalam penerbitan instrumen pembiayaan berkelanjutan.
“Saat masyarakat dapat menggunakan layanan keuangan digital dengan aman, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menabung dan membangun masa depan. Program ini akan semakin memperkuat sistem keuangan Indonesia agar terus memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menarik investasi untuk pembangunan berkelanjutan,” ucap Bobur.
ADB menganggap Indonesia terus memperkuat kedalaman dan ketahanan pasar modal guna menggalang investasi yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan pembangunan ekonomi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pendanaan perbankan.
Pada 2025, pasar saham Indonesia tercatat sebesar 66,4% terhadap produk domestik bruto, menunjukkan potensi pengembangan pasar modal lebih lanjut dan partisipasi investor yang lebih luas.
(arj/arj)
Leave a comment