
Jakarta, CNBC Indonesia – Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi 2026 resmi dimulai, di mana hal ini menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan daya saing nasional dan memastikan Indonesia mampu memanfaatkan berbagai peluang di tengah perubahan global.
Adapun program tersebut akan menyasar 150.000 peserta lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto resmi membuka Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Batch I Tahun 2026 di Kemenko Perekonomian, Senin (10/8/2026). Airlangga mengatakan program tersebut diharapkan dapat menjadi game changer untuk memperkuat kompetensi, pengalaman kerja, dan kesiapan generasi muda dalam memasuki pasar kerja serta menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Dari hasil batch pertama yang 2025 kemarin, 84% mereka puas, dan tentu ini menjadi pengalaman untuk masuk di sektor lain. Jadi ini sektor yang di Kemenko Perekonomian ini juga kan public policy yang tentunya menjadi pengalaman sangat-sangat menarik bagi adik-adik yang baru lulus ini,” kata Airlangga Hartarto dalam acara Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Batch I Tahun 2026 di Kemenko Perekonomian, Senin (10/8/2026).
Airlangga menjelaskan, sebanyak 101 peserta ikut berpartisipasi dalam program magang nasional dan dinyatakan lolos dalam seleksi. Berasal dari berbagai disiplin ilmu, seluruh peserta terpilih telah melalui serangkaian proses seleksi yang ketat untuk memastikan peserta yang mengikuti program memiliki kompetensi, potensi, dan kesiapan yang sesuai dengan kebutuhan program.
“Keberagaman latar belakang para peserta diharapkan menjadi kesempatan berharga untuk saling belajar dan meningkatkan kapasitas selama mengikuti program selama enam bulan. Melalui program tersebut, para peserta diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mengedepankan penyelesaian masalah, membangun kerja sama tim, serta memperkuat integritas dan kompetensi melalui kolaborasi dengan berbagai unit kerja,” lanjut Airlangga.
Airlangga juga menjelaskan gambaran mengenai proses perumusan kebijakan ekonomi nasional yang dilakukan di Kemenko Perekonomian, mulai dari analisis kebijakan, koordinasi lintas kementerian/lembaga dan pelaku usaha, hingga konsultasi publik untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Berbagai proses tersebut dapat menjadi piranti peserta dalam memperdalam kompetensi yang akan diperoleh selama melaksanakan magang di Kemenko Perekonomian.
“Saya percaya bahwa adik-adik ini semua adalah calon-calon pemimpin Indonesia di masa mendatang. Indonesia akan masuk menjadi generasi emas di 2045 dan saya yakin yang di depan ini dengan 20 tahun pengalaman nanti akan mengawal Indonesia emas,” terang Airlangga.
Ke depan, Airlangga berpesan kepada para mentor untuk dapat memberikan bimbingan terbaik kepada peserta magang, terutama mengenai public policy yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan tugas Kementerian/Lembaga. Selain itu, peserta juga diharapkan dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan nyata yang memberikan pengalaman dan dampak positif.
Sementara itu, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto berharap peserta magang dapat membangun integritas, meningkatkan kompetensi dan adatif, serta memperkuat kolaborasi atau kerja sama.
“Harapanya ke depan, peserta ini dapat membangun integritas, meningkatkan kompetensi dan adaptif, karena lulusan perguruan tinggi saat ini kan sebagian besar termasuk ke dalam Gen Z yang melek teknologi, sehingga dapat dikontribusikan dalam proses pengambilan keputusan, dan memperkuat kolaborasi itu juga penting, karena kerja sama lintas disiplin merupakan modal penting dalam menghadapi tantangan pembangunan,” kata Haryo.
(haa/haa)
Leave a comment