
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengingatkan kementerian dan lembaga (K/L) agar melakukan efisiensi dalam belanja negara. Meskipun menurutnya pemerintah harus melakukan belanja mencapai Rp990 triliun hingga akhir tahun 2026.
Suahasil mengatakan percepatan belanja pada akhir tahun merupakan hal yang lazim terjadi dalam pelaksanaan APBN. Namun menurutnya hal itu harus tetap memperhatikan prinsip efisiensi dan tata kelola yang baik.
Menurutnya hal ini juga sudah menjadi arahan dari Presiden Prabowo Subianto melihat saat ini sudah memasuki periode percepatan realisasi belanja.
“Bapak Presiden memberikan arahan bahwa untuk belanja tetap harus dilakukan dengan efisien,” kata Suahasil usai rapat terbatas di Istana Negara, Selasa (3/11/2026).
“Dua bulan terakhir seperti biasa namanya operasi APBN itu kalau di akhir tahun biasanya itu ngegas, lebih cepat, lebih besar, itu silakan tapi harus tetap efisien, harus tetap dalam tata kelola yang baik dan tentu harus dilakukan sesuai dengan target output yang di yang dicanangkan ketika meminta anggaran tersebut,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Suahasil juga telah melaporkan perkembangan kinerja APBN hingga Oktober 2026 kepada presiden. Menurutnya pendapatan dan belanja masih berada di jalur yang benar.
Namun pemerintah masih harus mengejar pendapatan negara di dua bulan terakhir sebesar Rp600 triliun lebih, serta belanja negara yang harus digelontorkan mencapai Rp990 triliun.
Diketahui dalam postur APBN 2026, target pendapatan negara mencapai Rp3.153,6 triliun, sedangkan belanja negara Rp3.842,7 triliun. Adapun defisit APBN yang dicanangkan mencapai Rp686,1 triliun atau setara 2,68% terhadap PDB.
(haa/haa)
Leave a comment