Home Finance Buah Majapahit Berpotensi Jadi Antikanker Payudara, Ini Penjelasannya
Finance

Buah Majapahit Berpotensi Jadi Antikanker Payudara, Ini Penjelasannya

Share
Buah Majapahit Berpotensi Jadi Antikanker Payudara, Ini Penjelasannya
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Kekayaan tanaman Indonesia menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber obat berbahan alami. Salah satunya adalah buah majapahit (Crescentia cujete) yang kini tengah diteliti potensinya sebagai kandidat antikanker, khususnya kanker payudara.

Penelitian terbaru menemukan ekstrak air daging buah majapahit mengandung sekitar 110 senyawa. Dari jumlah tersebut, kaempferol-3-O-rhamnoside dan hesperidin menjadi dua senyawa dengan konsentrasi relatif tertinggi.

Penelitian tersebut dipublikasikan dalam Makara Journal of Science Volume 30 Nomor 2 edisi Juni 2026 dengan judul In Silico and Toxicological Evaluation of Crescentia Cujete Aqueous Extract: Potential Anticancer Activity Against Breast Cancer, mengutip laman resmi Universitas Airlangga, Jumat (7/8/2026).

Dalam penelitian itu, ekstrak diperoleh dari daging buah majapahit yang direbus menggunakan air. Analisis menggunakan liquid chromatography-mass spectrometry (LC-MS) kemudian mengidentifikasi sekitar 110 senyawa.

Dari seluruh senyawa yang terdeteksi, sebanyak 38 memiliki kelimpahan relatif di atas 1%. Kaempferol-3-O-rhamnoside menjadi yang paling dominan dengan 3,29%, disusul hesperidin sebesar 3,19%.

Kedua senyawa tersebut kemudian dianalisis lebih lanjut untuk melihat interaksinya dengan protein BRCA1 dan BRCA2. Protein tersebut memiliki peran penting dalam perbaikan DNA. Mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2 diketahui dapat meningkatkan kerentanan terhadap kanker payudara.

Hasil pemodelan molekuler menunjukkan kaempferol-3-O-rhamnoside dapat berinteraksi secara stabil dengan BRCA1 dan BRCA2. Senyawa tersebut memiliki binding affinity sebesar minus 7,0 kcal/mol terhadap BRCA1 dan minus 8,1 kcal/mol terhadap BRCA2.

Sementara itu, hesperidin juga menunjukkan interaksi stabil dengan kedua protein tersebut. Temuan inilah yang membuka kemungkinan bahwa senyawa alami dalam buah majapahit dapat diteliti lebih jauh sebagai kandidat dalam pengembangan terapi kanker payudara.

Masih Penelitian Tahap Awal
Selain pemodelan secara komputasi, peneliti melakukan pengujian toksisitas awal menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan larva Artemia salina. Hasil pengujian mendapatkan nilai LC50 sekitar 546 ppm. Artinya, dalam kondisi eksperimen tersebut, konsentrasi sekitar 546 ppm menyebabkan kematian 50% larva yang diuji.

Analisis toksisitas secara komputasi juga menemukan adanya potensi efek pada organ tertentu dari senyawa individual. Kaempferol-3-O-rhamnoside diprediksi memiliki potensi toksisitas terhadap ginjal, sistem pernapasan dan kardiovaskular. Sementara hesperidin diprediksi berpotensi memberikan efek toksik pada ginjal dan sistem pernapasan.

Meski demikian, penelitian menyebut ekstrak secara keseluruhan tidak menunjukkan tingkat toksisitas tinggi sehingga dinilai memiliki peluang untuk diteliti lebih lanjut sebagai kandidat antikanker. Temuan tersebut belum berarti buah majapahit terbukti dapat mencegah ataupun mengobati kanker payudara pada manusia.

Peneliti menegaskan metode BSLT hanya digunakan sebagai skrining toksisitas umum dan tidak secara langsung mengukur kemampuan ekstrak membunuh sel kanker manusia. Begitu pula dengan molecular docking yang hanya dapat memprediksi kemungkinan interaksi antara senyawa dan protein, bukan membuktikan efektivitas terapi.

Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan melalui pengujian pada kultur sel hingga model mamalia untuk memastikan aktivitas biologis, keamanan serta potensi farmakologis senyawa dalam buah majapahit sebelum dapat dikembangkan lebih jauh.

Penelitian ini sekaligus menunjukkan peluang pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia sebagai sumber kandidat obat berbasis bahan alam. Buah majapahit yang selama ini di Indonesia lebih banyak dimanfaatkan untuk keperluan dekoratif disebut masih belum banyak dieksplorasi dari sisi manfaat medisnya.

(miq/miq)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *