Home Finance Cerita Dari Stasiun Bumi, Upaya BAKTI Buka Konektivitas di Wilayah RI
Finance

Cerita Dari Stasiun Bumi, Upaya BAKTI Buka Konektivitas di Wilayah RI

Share
Cerita Dari Stasiun Bumi, Upaya BAKTI Buka Konektivitas di Wilayah RI
Share




Cikarang, CNBC Indonesia – Stasiun Bumi Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) di Cikarang, Jawa Barat, berperan dalam kehadiran jaringan internet di wilayah daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Infrastruktur ini memungkinkan komunikasi antara sistem di darat dan satelit berlangsung sesuai dengan fungsi serta konfigurasi jaringan yang digunakan.

SATRIA-1 dirancang untuk mendukung pemerataan akses internet, terutama pada fasilitas publik di wilayah yang membutuhkan konektivitas. Satelit dengan kapasitas 150 Gbps ini dioperasikan oleh PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) yang memastikan perangkat Stasiun Bumi dapat berfungsi sesuai standar operasional.

Sub Dept Head Service Implementation Integration PSN Manggala Fahreza menjelaskan tantangan terbesar adalah menjaga operasional Stasiun Bumi selalu dalam kondisi nominal untuk menjaga kontinuitas layanan.

“Agar operasional tetap berjalan nominal, tim teknis tidak hanya berfokus pada penanganan gangguan ketika terjadi, tetapi juga harus mengedepankan tindakan preventif melalui preventive maintenance, continuous monitoring, dan analisis tren performa perangkat,” ujar dia kepada CNBC Indonesia, Senin (2/11/2026).

 




Stasiun Bumi Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) di Cikarang, Jawa Barat/Khoirul Anam

Manggala meneruskan ketika terjadi gangguan, pendekatan yang dilakukan adalah identifikasi dan segmentasi masalah, analisis berdasarkan alarm maupun parameter operasional, serta koordinasi dengan tim terkait.

Satelit terbesar di Asia dan kelima di dunia tersebut digunakan untuk memperkuat jaringan internet dan layanan digital di 150 ribu titik terutama di daerah 3T. Kehadiran SATRIA-1 dapat mendukung kegiatan sekolah dan pesantren, percepatan layanan publik di kantor pemerintahan daerah, data puskesmas dan rumah sakit daerah, serta membantu pengawasan wilayah oleh TNI dan Polri.

“Membanggakan memberikan layanan kepada masyarakat luas untuk menghadirkan konektivitas digital terutama pada daerah 3T,” pungkas Manggala.

Diketahui upaya ini hadir atas inisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). BAKTI membangun 11 stasiun bumi (gateway) di Cikarang (Jawa Barat), Batam (Kepulauan Riau), Manado (Sulawesi Utara), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Tarakan (Kalimantan Utara), Pontianak (Kalimantan Barat), Kupang (Nusa Tenggara Timur), Ambon (Maluku), Manokwari (Papua Barat), Jayapura (Papua), dan Timika (Papua Tengah).

Adapun Stasiun Bumi Cikarang ditunjuk sebagai Stasiun Pusat Pengendali Satelit Primer berikut Network Operation Control. Setiap lokasi stasiun bumi dilengkapi oleh antena khusus yang diproduksi perusahaan asal Tiongkok, The North West China Research Institute of Electronic Equipment (NWIEE).

 

 

(rah/rah)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *