
Jakarta, CNBC Indonesia – Tren gaya hidup orang-orang terkaya di dunia mengalami perubahan pada 2026. Jika sebelumnya kemewahan identik dengan kepemilikan properti mewah, barang koleksi langka, dan aset bernilai tinggi, kini para ultra-kaya mulai mengutamakan fleksibilitas, privasi, serta pengalaman eksklusif yang dapat dinikmati di berbagai belahan dunia.
Temuan tersebut terungkap dalam The Wealth Report 2026 yang dirilis perusahaan konsultan properti global Knight Frank. Laporan tahunan ini mengungkap bagaimana individu dengan kekayaan bersih sangat tinggi (ultra-high-net-worth individuals/UHNWIs) mengalokasikan kekayaan mereka.
Melansir Forbes, salah satu tren paling menonjol adalah meningkatnya mobilitas global. Para miliarder tidak lagi sekadar memiliki rumah mewah di satu negara, tetapi membangun gaya hidup lintas negara dengan properti di London, yacht di kawasan Mediterania, jet pribadi yang tersedia di Abu Dhabi, hingga rumah peristirahatan di kawasan Alpen.
Kepala Riset Global Knight Frank, Liam Bailey, menyebut mobilitas kekayaan menjadi salah satu temuan utama dalam laporan tahun ini. Perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya perpindahan tempat tinggal karena pertimbangan pajak, pembelian properti lintas negara, serta permintaan terhadap berbagai aset yang mendukung kehidupan internasional.
Knight Frank mencatat terdapat 713.626 individu dengan kekayaan bersih di atas US$30 juta di seluruh dunia pada 2026. Bahkan, dalam lima tahun terakhir, rata-rata 89 orang setiap hari berhasil mencapai tingkat kekayaan tersebut.
Yacht Mewah Beralih Fungsi Menjadi Ruang Kerja Eksklusif
Salah satu aset yang semakin diminati kalangan superkaya adalah superyacht atau kapal pesiar mewah berukuran besar.
Kapal tersebut kini tidak hanya digunakan untuk berlibur atau menunjukkan status sosial, tetapi juga menjadi ruang privat multifungsi. Mulai dari tempat mengadakan pertemuan bisnis hingga menikmati waktu bersama keluarga.
Andrew Hay, mantan Global Head of Residential Knight Frank, menggambarkan superyacht sebagai hotel bintang enam yang dilengkapi fasilitas untuk menjalankan bisnis berskala global.
Tren ini tercermin dari peningkatan penjualan superyacht sepanjang 2025. Nilai total transaksinya mencapai US$8,5 miliar, naik 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi lonjakan terbesar sejak masa pemulihan pascapandemi pada 2021.
Arab Saudi juga berinvestasi besar-besaran untuk mengembangkan kawasan Laut Merah sebagai destinasi yacht mewah. Sementara itu, Indonesia turut dilirik karena memiliki sekitar 17.000 pulau yang potensial menjadi kawasan pelayaran eksklusif. Meski demikian, pengembangan infrastruktur dan aturan penyewaan kapal masih menjadi tantangan.
Jet Pribadi Bukan Lagi Sekadar Simbol Kemewahan
Selain yacht, jet pribadi juga menjadi bagian penting dari gaya hidup orang superkaya. Namun, penggunaannya kini lebih berorientasi pada efisiensi waktu dan kebutuhan mobilitas bisnis.
Data VistaJet yang dikutip dalam laporan Knight Frank memperlihatkan peningkatan signifikan pada sejumlah rute penerbangan pribadi sepanjang 2025.
Penerbangan Abu Dhabi-London meningkat 238 persen, sedangkan rute Jeddah-Riyadh melonjak 269 persen. Rute Nantucket-New York juga naik 192 persen.
Menariknya, pengguna jet pribadi kini semakin banyak berasal dari kalangan usia muda. Knight Frank mencatat 47 persen pengguna yang pertama kali melakukan perjalanan dengan jet pribadi pada awal 2026 berusia di bawah 45 tahun.
Kelompok ini tetap mengutamakan privasi dan layanan eksklusif. Namun, mereka cenderung memilih menyewa jet pribadi sesuai kebutuhan dibandingkan harus memiliki dan mengelola pesawat sendiri.
Klub Privat dan Pengalaman Eksklusif Semakin Diminati
Perubahan gaya hidup tersebut turut mendorong pertumbuhan klub keanggotaan privat. Tren yang sebelumnya populer di London dan New York kini mulai berkembang di kota-kota seperti Miami, Milan, dan Singapura.
Klub-klub eksklusif ini menawarkan lebih dari sekadar tempat bersosialisasi. Anggotanya dapat menikmati fasilitas kebugaran, layanan kesehatan dan kebugaran premium, serta lingkungan privat untuk membangun hubungan bisnis.
Di sisi lain, definisi kemewahan juga semakin bergeser ke arah pengalaman yang bersifat personal dan berkesan.
Para orang superkaya kini lebih tertarik menghabiskan uang untuk perjalanan ekstrem, pengalaman langka, hingga kesempatan bertemu dengan tokoh atau sosok tertentu yang sulit dijangkau oleh masyarakat umum.
(hsy/hsy)
Leave a comment