Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Jago Tbk terus menghadirkan fitur yang relevan, membangun ekosistem keuangan digital yang terintegrasi, serta memberikan pengalaman perbankan yang mudah bagi pengguna.
Lima tahun sejak Aplikasi Jago diluncurkan pada April 2021, Bank Jago terus memperluas layanannya mengikuti kebutuhan finansial pengguna yang semakin beragam.
Perkembangan tersebut terlihat dari hadirnya berbagai fitur yang tidak hanya mendukung transaksi sehari-hari, tetapi juga membantu pengguna mengatur dana, terhubung dengan mitra digital, memantau investasi, hingga memahami kondisi kredit.
Beragam inovasi inilah yang menjadi salah satu pertimbangan CNBC Indonesia menganugerahkan “DIGITAL BANKING EXPERIENCE AWARD” kepada PT Bank Jago.
Anugerah ini sudah diberikan dalam acara CNBC Indonesia Digital Banking Forum 2026 pada 13 Agustus 2026.
Bank Jago Raih Apresiasi Digital Banking Experience Award Foto: CNBC Indonesia TV
|
Dari berbagai inovasi yang dikembangkan, terdapat lima keunggulan utama yang terlihat dari Bank Jago.
1. Pelopor Konsep Kantong untuk Mengatur Uang
Kantong menjadi salah satu fitur unggulan dari Bank Jago. Konsepnya mengadaptasi kebiasaan memisahkan uang ke dalam beberapa amplop berdasarkan kebutuhan.
Pengguna dapat membuat hingga 60 Kantong dalam satu akun tanpa biaya administrasi bulanan. Setiap Kantong bisa diberi nama, warna, emoji, dan tujuan sehingga dana untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan, tagihan, investasi, ataupun keperluan bersama tidak tercampur.
Jenisnya beragam, mulai dari Kantong Bayar, Kantong Nabung, Kantong Terkunci, Kantong Bersama, Kantong Deposito, hingga Kantong Mata Uang Asing.
Tampilan Layar Aplikasi Jago Foto: Bank Jago
|
Fitur tersebut mendapatkan antusiasme yang positif Hingga Juni 2026, lebih dari 40 juta Kantong telah digunakan oleh 14,7 juta pengguna Aplikasi Jago. Rata-rata setiap pengguna memiliki hampir tiga Kantong.
Pengelolaan dana juga didukung fitur Rencanakan untuk menjadwalkan transfer, pembayaran tagihan, dan penyisihan tabungan secara otomatis. Sementara itu, Analisis Pengeluaran membantu pengguna memantau pemasukan dan pengeluaran berdasarkan kategori.
2. Terhubung dengan Berbagai Mitra Ekosistem Digital
Keunggulan lain Bank Jago terletak pada kemampuannya menghubungkan layanan perbankan dengan berbagai mitra ekosistem digital.
Akun Jago dapat dihubungkan dengan GoPay untuk mempermudah transaksi dan pengelolaan dana. Kolaborasi dengan Bibit dan Stockbit juga memungkinkan pengguna memisahkan dana investasi melalui Rekening Dana Nasabah (RDN).
Pengguna juga dapat memilih layanan Jago konvensional atau Jago Syariah ketika membuka rekening.
Integrasi tersebut mengurangi kebutuhan memindahkan dana secara manual atau berpindah aplikasi untuk menjalankan sejumlah aktivitas keuangan.
Hingga Juni 2026, lebih dari 3,6 juta nasabah Aplikasi Jago telah terhubung dengan Bibit dan Stockbit. Jumlah tersebut memperlihatkan peran kolaborasi dalam memperluas ekosistem Bank Jago.
Tampilan Layar Aplikasi Jago Foto: Bank Jago
|
3. Portofolio Investasi dalam Satu Tampilan
Kolaborasi dengan mitra investasi diperkuat melalui fitur Portofolio Investasi.
Fitur ini memungkinkan pengguna melihat reksa dana, saham, dan obligasi dalam satu tab di Aplikasi Jago. Informasinya terhubung dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Bibit, dan Stockbit.
Kehadirannya memudahkan investor yang memiliki aset di beberapa platform. Pengguna tidak perlu membuka banyak aplikasi untuk memantau nilai keseluruhan portofolio.
Setiap jenis aset juga ditempatkan dalam Kantong tersendiri. Dana transaksi harian dan investasi dapat dikelola secara terpisah, tetapi tetap terlihat dalam satu aplikasi.
Fitur tersebut menjadi salah satu pembeda Aplikasi Jago karena menyatukan fungsi perbankan, pengaturan uang, dan pemantauan investasi.
Tampilan Layar Aplikasi Jago Foto: Bank Jago
|
4. Responsible Lending untuk Kesehatan Kredit Nasabah
Dalam menjalankan fungsi intermediasi, Bank Jago menerapkan dua skema utama penyaluran kredit, yakni melalui kemitraan dengan ekosistem (channelling) serta penyaluran langsung (direct lending) berbasis penilaian risiko data internal.
Untuk penyaluran kredit secara langsung, Bank Jago menyediakan produk utama berupa Jago Dana Cepat dan Dana Siaga melalui Aplikasi Jago. Fasilitas ini berfungsi sebagai dana darurat jangka pendek dengan proses pencairan yang cepat serta batasan limit yang disesuaikan pada profil kemampuan bayar nasabah.
Tampilan Layar Aplikasi Jago Foto: Bank Jago
|
Guna mendukung keberlanjutan konsep pembiayaan tersebut, Bank Jago menghadirkan fitur Rapor Kredit agar nasabah memiliki kesadaran finansial sebelum dan selama mengambil pinjaman.
Fitur ini memvisualisasikan rekam jejak kredit nasabah dari data SLIK OJK secara simpel dan transparan, lengkap dengan panduan edukatif agar nasabah memahami cara menjaga kesehatan kredit dan kelayakan finansial mereka.
Mengusung prinsip responsible lending, Bank Jago menekankan bahwa penyaluran kredit harus berjalan secara sehat dari dua sisi, yaitu bank yang transparan dan nasabah yang meminjam sesuai kemampuan bayar.
Tampilan Layar Aplikasi Jago Foto: Bank Jago
|
5. Mudah Digunakan, Lengkap, dan Aman
Dari sisi keamanan, pengguna dapat masuk menggunakan biometrik atau PIN. Transaksi bernilai lebih besar dan perubahan data penting memerlukan password, sedangkan akses melalui perangkat baru dilindungi verifikasi dua langkah.
Pengguna juga dapat mengatur limit transaksi, menentukan Kantong sebagai sumber dana, serta memantau kartu debit melalui aplikasi.
PT Bank Jago Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia, serta menjadi peserta program penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Kepuasan pengguna terlihat dari penilaian aplikasi. Pada 12 Agustus 2026, Aplikasi Bank Jago/Jago Syariah memperoleh rating 4,7 dari sekitar 268.000 ulasan di Google Play dan 4,8 dari sekitar 47.000 penilaian di App Store Indonesia.
Penilaian positif juga terlihat dalam ulasan bintang lima di App Store pada 28 Juli.
Lima Tahun, Kinerja Bank Jago Terus Bertumbuh
Keunggulan yang ditawarkan melalui Aplikasi Jago turut berjalan beriringan dengan pertumbuhan bisnis perusahaan.
Pada semester I-2026, PT Bank Jago Tbk membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp189 miliar. Jumlah tersebut meningkat 49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp127 miliar.
Kenaikan laba ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), dan perluasan basis nasabah.
Hingga akhir Juni 2026, DPK Bank Jago mencapai Rp27,6 triliun atau tumbuh 23% dibandingkan Rp22,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dana murah atau current account and savings account (CASA) mendominasi dengan porsi 53% atau Rp14,6 triliun. Sementara itu, deposito menyumbang 47% atau Rp13,1 triliun.
Penyaluran kredit dan pembiayaan juga meningkat 24% menjadi Rp26,6 triliun, dari Rp21,4 triliun pada semester I-2025.
Pertumbuhan kredit tersebut tetap diikuti kualitas aset yang terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross berada di level 0,8%.
Perluasan bisnis juga terlihat dari jumlah nasabah. Bank Jago telah melayani 20,1 juta nasabah hingga Juni 2026, termasuk 14,7 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago. Jumlah keseluruhan nasabah bertambah hampir tiga juta dibandingkan Juni 2025 yang sebanyak 17,2 juta.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, total aset Bank Jago mencapai Rp41,4 triliun atau naik 28% secara tahunan dari Rp32,4 triliun. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) tercatat sebesar 28,4%, menunjukkan permodalan yang masih kuat untuk mendukung ekspansi bisnis.
Jika dibandingkan dengan posisi akhir 2021, pertumbuhan Bank Jago terlihat semakin solid.
Dalam kurun waktu tersebut, jumlah nasabah funding meningkat lebih dari sepuluh kali lipat, DPK bertambah sekitar 7,5 kali, penyaluran kredit hampir lima kali lipat, dan total aset tumbuh lebih dari tiga kali lipat.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)





Leave a comment