
Jakarta, CNBC Indonesia – Kepercayaan terhadap Donald Trump mulai terbabat habis, bahkan di kalangan kelompok yang selama ini menjadi salah satu pendukung terkuatnya.
Di tengah persiapan Amerika Serikat (AS) menghadapi pemilu sela (midterm elections), penilaian publik terhadap kinerja sang presiden menunjukkan penurunan di seluruh kelompok agama.
Pemilu sela pada Selasa (3/11/2026) 2026 merupakan pemilihan yang digelar di tengah masa jabatan presiden, yakni setiap dua tahun sekali, untuk menentukan komposisi kongres yang terdiri dari DPR dan Senat AS pembahasan undang-undang dan pengawasan pemerintahan Trump.
Perbedaan ini bukan sekadar soal pilihan kandidat. Data juga memperlihatkan jurang penilaian terhadap kepemimpinan Trump, yang semakin lebar di antara kelompok-kelompok agama.
Temuan ini berasal dari survei Pew Research Center terhadap 5.062 warga dewasa AS, termasuk 3.917 pemilih terdaftar, pada 28 September-4 Oktober 2026.
Survei tersebut mengukur preferensi kandidat DPR AS di kalangan pemilih terdaftar sekaligus persetujuan terhadap kinerja Trump di kalangan seluruh warga dewasa.
Secara keseluruhan, kandidat Demokrat unggul dalam preferensi pemilih terdaftar. Sebanyak 44% responden menyatakan akan memilih kandidat Demokrat jika pemilu DPR digelar saat survei berlangsung, sementara 36% memilih kandidat Republik. Sisanya, 20%, memilih kandidat lain atau belum menentukan pilihan.
Namun, angka nasional tersebut menyembunyikan perbedaan yang cukup tajam di antara kelompok agama.
Protestan kulit putih evangelikal menjadi basis Republik paling solid yakni 73% menyatakan akan memilih kandidat partai tersebut, berbanding hanya 12% yang memilih Demokrat. Selisih 61 poin persentase ini menunjukkan kuatnya kecenderungan politik kelompok tersebut.
Pola ini bukan hal baru. Dalam pemilu sela 2022, sebanyak 86% pemilih Protestan kulit putih evangelikal yang memberikan suara memilih kandidat Republik, sementara hanya 12% memilih Demokrat.
Pada pemilihan presiden 2024, 81% kelompok yang sama memilih Donald Trump, dibandingkan 16% yang memilih Kamala Harris.
Dengan demikian, hasil survei 2026 memperlihatkan bahwa kecenderungan kelompok evangelikal kulit putih untuk mendukung Partai Republik masih bertahan, meski angka preferensinya tidak setinggi hasil pemilu 2022 maupun dukungan aktual terhadap Trump pada 2024.
Kuatnya dukungan terhadap kandidat Republik tidak serta-merta berarti kepuasan terhadap Trump tetap terjaga. Penurunan paling mencolok dalam kelompok dengan tingkat persetujuan tertinggi terjadi di kalangan Protestan kulit putih evangelikal.
Pada Januari-Februari 2025, sebanyak 78% warga dewasa dari kelompok ini menyetujui kinerja Trump. Pada September-Oktober 2026, angkanya tinggal 58%, turun 20 poin persentase.
Di kelompok yang tidak berafiliasi dengan agama, tingkat persetujuan turun dari 33% menjadi 17%. Sementara itu, persetujuan di kalangan Protestan kulit hitam merosot dari 18% menjadi 7%.
Jika dilihat dari selisih poin persentase, penurunan 20 poin di kalangan evangelikal kulit putih merupakan salah satu perubahan terbesar di antara kelompok-kelompok yang memiliki tingkat persetujuan awal relatif tinggi.
Angka tersebut juga memperlihatkan bahwa penurunan dukungan tidak hanya berlangsung di kelompok yang sejak awal cenderung menolak Trump.
Potret terbaru memperlihatkan betapa luasnya ketidakpuasan terhadap Trump. Di hampir semua kelompok agama, jumlah warga yang tidak puas lebih besar daripada yang puas.
Protestan kulit putih evangelikal menjadi satu-satunya pengecualian, dengan 58% menyetujui kinerja Trump dan 40% tidak menyetujuinya.
Ketidakpuasan paling besar terlihat di kalangan ateis. Sebanyak 92% responden dari kelompok ini tidak menyetujui kinerja Trump, sementara hanya 8% yang menyetujuinya. Agnostik menyusul dengan 87% tidak setuju, sedangkan Protestan kulit hitam mencatat 90%.
Penurunan tingkat persetujuan ini memperlihatkan bahwa dukungan terhadap Trump tidak sepenuhnya kebal terhadap perubahan penilaian publik. Bagi Partai Republik dan gerakan MAGA, kondisi ini menjadi tantangan menjelang pemilu sela besok.
(mae/mae)
Leave a comment