
Jakarta, CNBC Indonesia- CEO SolarKita, Amarangga Lubis optimistis terhadap prospek pengembangan EBT nasional termasuk di sektor PLTS sejalan dengan dukungan pemerintah mempercepat program transisi energi baru dan terbarukan (EBT).
Di sisi lain, pengembangan PLTS termasuk untuk PLTS Atap yang berfokus pada sektor swasta dan residensial masih menghadapi tantangan terkait rendahnya ‘awareness’ masyarakat terhadap keunggulan PLTS Atap. Selain itu kebijakan TKDN dan ketergantungan bahan baku impor dan gangguan rantai pasok komponen menjadi tantangan lain bagi penyedia solar panel.
Meski demikian, harga per kilowatt-peak (kWp) PLTS Atap yang terus turun serta penguatan rantai pasok bahan baku didalam negeri diharapkan dapat menjadi pendorong penggunaan PLTS Atap.
Lalu seperti apa strategi bisnis PLTS Atap hadapi tantangan 2026? Selengkapnya simak ulasan Shania Alatas dengan Chief Executive Officer SolarKita, Amarangga Lubis dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 29/07/2026)
Leave a comment