
Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia seharusnya bisa menjadi pemegang kendali harga nikel di Dunia. Peran tersebut bisa dimainkan dengan menahan produksi dan peredaran nikel di pasar Internasional.
Sebagi contohnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan, bahwa saat ini konsumsi nikel di Dunia mencapai 3,5 juta ton. Adapun produksi dari Indonesia mencapai 700-800 ribu ton.
“Kalau ini terus kita pertahankan harganya bisa jatuh lagi,” terang Bahlil usai Minerba Convex 2026, di Jakarta, Senin (/11/2026).
Mengutip data trading economic, harga nikel saat ini masih rendah atau di angka Rp15.482 per ton. Oleh karena itu, untuk mensiasati harga nikel yang bagus, Bahlil berencana untuk menekan produksi nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2027.
“Bisa lebih rendah (produksinya), bisa lebih tinggi. Selama kalau harganya bagus, kalau harga bagus boleh dong lebih tinggi. Tapi kalau harga rendah, masa kita mau produksi banyak,” tegas Bahlil.
(pgr/pgr)
Leave a comment