
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (13/8/2026). IHSG tertekan hingga nyaris parkir di level 6.200-an.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup di level 6.301,77, turun 72,08 poin atau 1,13% dari penutupan sebelumnya di level 6.373,85.
IHSG sempat dibuka di level 6.388,23 dan menyentuh level tertinggi 6.390,33. Namun, tekanan jual membawa indeks ke level terendah 6.281,57 sebelum berakhir di 6.301,77.
Perdagangan hari ini mencatat nilai transaksi sebesar Rp13,56 triliun dengan volume 26,62 miliar saham. Frekuensi transaksi mencapai 1,9 juta kali.
Kondisi IHSG yang putar balik hari ini juga dirasakan oleh mayoritas saham. Pagi tadi jumlah saham yang di zona hijau masih lebih banyak dibandingkan dengan yang terkoreksi.
Pada akhir perdagangan sebanyak 186 saham menguat, 474 saham melemah, dan 303 saham lainnya stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp11.050 triliun.
Dari jajaran saham yang menjadi pemberat IHSG, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penekan terbesar dengan kontribusi negatif 7,48 poin, diikuti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 7,14 poin.
Selanjutnya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menekan IHSG sebesar 5,25 poin, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 3,93 poin, dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) sebesar 3,40 poin.
Sementara itu, sejumlah saham tercatat memberikan kontribusi positif dengan bobot terbatas. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) menjadi penopang terbesar sebesar 1,91 poin. Berikutnya ada PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) sebesar 1,56 poin, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar 1,04 poin, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar 0,75 poin.
Dari sisi sektoral, seluruh sektor utama yang tercatat di BEI tidak seluruhnya bergerak di zona merah. Sektor properti naik 0,24% dan teknologi 0,08%.
Di sisi lain, bahan baku menjadi sektor dengan pelemahan terdalam, yakni 3,18%. Berikutnya utilitas turun 2,62%, energi melemah 1,28%, konsumer non-primer turun 1,12%, dan industri terkoreksi 1,01%. Sektor keuangan juga melemah 0,74%, sementara sektor kesehatan turun 0,33%.
Tekanan IHSG terjadi setelah MSCI mengumumkan hasil review Agustus. Dalam keputusan tersebut, tidak ada saham Indonesia yang ditambahkan ke MSCI Global Standard Indexes.
Sebaliknya, GOTO dikeluarkan dari MSCI Indonesia Investable Market Index, sementara CPIN turun kelas dari Global Standard ke Global Small Cap. Sembilan saham lainnya juga dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Indexes.
Meski demikian, perubahan tersebut baru efektif setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026. Artinya, tekanan pada perdagangan hari ini belum sepenuhnya dapat disebut sebagai dampak arus dana rebalancing aktual, tetapi pasar mulai merespons keputusan MSCI dan mengantisipasi penyesuaian portofolio menuju tanggal efektif.
Sementara itu, tekanan jual asing sangat besar pada sesi 1 perdagangan hari ini. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas per perdagangan sesi I, investor asing mencatatkan foreign buy Rp1,78 triliun, sementara foreign sell mencapai Rp2,96 triliun. Dengan demikian, asing membukukan net sell Rp1,18 triliun.
(mkh/mkh)
Leave a comment