Home Finance Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa, RI-Arab Bersatu Buka Suara
Finance

Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa, RI-Arab Bersatu Buka Suara

Share
Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa, RI-Arab Bersatu Buka Suara
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Delapan negara Arab dan mayoritas Muslim, termasuk Indonesia, mengeluarkan kecaman keras terhadap aksi ribuan pemukim Israel yang menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Kamis. Mereka menilai tindakan tersebut sebagai provokasi serius yang berpotensi memperburuk ketegangan dan menghambat upaya perdamaian di kawasan.

Dalam pernyataan bersama, para menteri luar negeri Mesir, Indonesia, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab mengecam “serangan massal oleh para pemukim yang dipimpin oleh para menteri ekstremis Israel ke Tempat Suci Mulia Al-Aqsa.” Mereka menegaskan penyerbuan itu berlangsung di bawah perlindungan aparat kepolisian Israel.

“Pelanggaran provokatif ini memicu kebencian dan ekstremisme, serta menghalangi upaya untuk mewujudkan perdamaian yang adil dan langgeng berdasarkan solusi dua negara,” demikian bunyi pernyataan bersama, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (24/7/2026).

Mereka juga menyebut tindakan tersebut sebagai upaya ilegal untuk mengubah status quo historis dan hukum di kawasan suci Yerusalem.

Para menteri luar negeri itu menegaskan Israel tidak memiliki kedaulatan atas Yerusalem Timur yang diduduki maupun atas situs-situs suci Islam dan Kristen di wilayah tersebut. Mereka juga mengutuk hasutan, seruan mobilisasi penyerbuan, serta aksi kekerasan yang dilakukan sejumlah menteri Israel dan kelompok ekstremis.

Menurut otoritas Palestina, lebih dari 4.200 pemukim Israel bersama kelompok sayap kanan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa pada Kamis, menjadikannya salah satu penyerbuan terbesar sepanjang tahun ini. Aksi tersebut bertepatan dengan peringatan Tisha B’Av, hari berkabung umat Yahudi yang mengenang kehancuran dua kuil kuno.

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, juga terlihat memasuki kompleks Al-Aqsa dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Di saat yang sama, pejabat Palestina menyebut pasukan Israel memperketat akses ke masjid, melarang banyak warga Palestina dan pelajar memasuki kawasan tersebut, serta melakukan tindakan kekerasan terhadap sejumlah jamaah.

Dalam pernyataannya, negara-negara Arab dan Muslim mendesak Israel sebagai kekuatan pendudukan untuk segera mencabut seluruh pembatasan akses ke Masjid Al-Aqsa. Mereka juga meminta penghormatan terhadap pengelolaan kawasan suci yang selama ini berada di bawah Jerusalem Waqf, lembaga yang ditunjuk Yordania sesuai status quo yang berlaku.

Pernyataan itu turut menyerukan komunitas internasional mengambil langkah tegas untuk menghentikan pelanggaran yang terus berlangsung terhadap tempat-tempat suci Islam dan Kristen di Yerusalem. Menurut mereka, tindakan tersebut penting guna menjaga kesucian situs keagamaan sekaligus mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Israel menguasai Yerusalem Timur sejak Perang Enam Hari pada 1967 dan mencaplok wilayah tersebut pada 1980, meski langkah itu tidak diakui secara luas oleh masyarakat internasional. Pada 2024, Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan pendudukan Israel atas wilayah Palestina, termasuk Yerusalem Timur, melanggar hukum internasional.

 

(luc/luc)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *