
Jakarta, CNBC Indonesia- Gangguan produksi akibat cuaca, terhambatnya distribusi hingga lonjakan permintaan masih menjadi penyebab harga komoditas pangan di Indonesia tidak stabil hingga mengalami lonjakan.
Di awal Agustus 2026 ini Harga daging ayam, daging sapi hingga cabai mengalami kenaikan, dimana pusat informasi harga pangan strategis Bank Indonesia mencatat pada hari Minggu (9/8) harga cabai merah naik paling tinggi hingga 6,9% atau sekitar Rp 3,800 per kilogram menjadi Rp 59.650 per kilogram.
Dalam upaya mengatasi persoalan Harga pangan strategi, Rumah Tani Nusantara yang merupakan platform penjualan komoditas sayuran segar hasil petani melakukan transformasi agribisnis lewat penguatan ekosistem pertanian modern, mandiri dan berkelanjutan serta terintegrasi dari hulu ke hilir.
Direktur Utama PT Rumah Tani Nusantara, Bahtiar mengatakan salah satu titik kritis dalam rantai pasok pangan seperti cabai terkait sinkronisasi wilayah produksi dan wilayah konsumsi. Salah satu contohnya saat terjadi lonjakan Harga cabai di Sumatera Utara hingga Rp 80 ribu per kilogram sementara di Jawa Tengah masih ada dikisaran Rp 30 ribu per kilogram.
Mengatasi kondisi ini dibutuhkan perbaikan sistem distribusi diantaranya terkait informasi pusat industri dan pusat pasar, selain itu juga dibutuhkan berbagai macam moda transportasi logistik termasuk cargo Udara untuk mempercepat proses distribusi.
Seperti apa peran Rumah Tani mengatasi persoalan harga pangan? Selengkapnya simak ulasan Shania Alatas dengan Direktur Utama PT Rumah Tani Nusantara, Bahtiar dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 12/08/2026)
Leave a comment