
Jakarta, CNBC Indonesia – Thailand meminta warganya menunda perjalanan yang tidak mendesak ke sejumlah wilayah Eropa yang dilanda gelombang demonstrasi. Malaysia juga mengeluarkan imbauan serupa kepada warga negaranya yang berencana mengunjungi Prancis.
Adapun Prancis tengah menghadapi salah satu gelombang kerusuhan jalanan terburuk dalam beberapa tahun terakhir, di tengah aksi demonstrasi besar-besaran yang dipicu persoalan biaya hidup. Bentrokan dalam skala lebih kecil juga terjadi di Italia dan Belgia, sementara aksi protes mulai mengemuka di Spanyol dan Portugal.
Dilansir AFP, Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow mengatakan, warga Thailand yang bepergian ke Eropa perlu terus memantau perkembangan situasi yang berubah dengan cepat, terutama di Prancis.
“Warga yang bepergian dari Thailand ke Eropa harus memantau situasi dengan saksama karena kondisinya berubah dengan cepat dan Prancis masih menjadi perhatian karena situasinya masih berlangsung,” kata Sihasak kepada wartawan pada Rabu (21/10/2026) malam, saat melakukan kunjungan ke Italia.
Ia juga menyoroti aksi protes di Italia. Menurutnya, pertemuan bilateral dengan mitra sejawatnya dari negara tersebut terpaksa dibatalkan karena ada rapat kabinet mendesak untuk membahas kerusuhan yang terjadi.
“Kami juga khawatir dengan Spanyol,” ujarnya.
Sihasak menyarankan warga Thailand untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan mereka ke negara-negara yang tengah dilanda gejolak tersebut.
“Jika tidak mendesak, dengan semua yang sedang terjadi di negara-negara itu, menurut saya lebih baik menunda perjalanan untuk sementara waktu,” katanya.
Sementara itu, Kedutaan Besar Malaysia di Paris pada Minggu telah mengimbau warga Malaysia yang berada di Prancis agar meningkatkan kewaspadaan menyusul gelombang demonstrasi.
“Dengan tetap tidak adanya pembatasan perjalanan ke Prancis, warga Malaysia disarankan mempertimbangkan untuk menunda perjalanan yang tidak mendesak hingga situasi membaik,” demikian pernyataan kedutaan.
China juga mengingatkan warganya yang hendak bepergian ke Prancis agar mengambil langkah-langkah pencegahan demi keselamatan. Peringatan tersebut dilaporkan stasiun televisi pemerintah CCTV pada Senin, setelah sejumlah kantor pemerintahan daerah dan toko dijarah serta dibakar pada akhir pekan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir Christiawan Nasir mengatakan pihaknya terus mengikuti perkembangan yang terjadi di Eropa. Dia mengimbau agar warga negara Indonesia (WNI) tetap fokus pada tugas dan keseharian mereka.
“Bagi warga negara Indonesia yang ada di Eropa, tentunya kita meminta kepada mereka untuk berhati-hati, menjaga diri, dan tidak ikut-ikut campur dengan urusan politik yang berkembang di sana,” katanya.
(luc/luc)
Leave a comment