
Jakarta, CNBC Indonesia – Jabatan Menteri Perindustrian (Menperin) tak luput dari reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Hari ini, Kamis (1/10/2026) di Istana Negara, Jakarta Pusat secara resmi Presiden melantik M Sarmuji menjadi Menperin yang baru di sisa masa masa jabatan periode 2024-2029.
Sarmuji yang saat ini tercatat masih sebagai Sekjen Partai Golkar dan anggota aktif MPR RI periode 2024-2029 itu menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita, Menperin lama.
Sarmuji mengaku mendapat telepon dari Istana. Soal penunjukannya menjadi Menperin, Sarmuji mengaku baru mengetahui kepastiannya pada hari Kamis pagi.
Lalu, bagaimana Sarmuji merespons penunjukan baru dari Prabowo itu? Apa yang akan menjadi prioritas Sarmuji sebagai Menperin?
“Saya dapat kabar kepastiannya tadi pagi. Ini adalah tugas yang barang kali cukup berat,” ucapnya kepada awak media, usai pelantikan.
“Karena sektor industri harus jadi laverage atau jadi daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja,” sambungnya.
Untuk itu, kata Sarmuji, perlu mencari tahu akar permasalahan sebelum kemudian dilakukan pembenahan satu per satu.
“Terutama industri yang berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja dan bisa menjadi pengungkit perekonomian, tentu harus kita utamakan. Misalnya industri sepatu, industri tekstil dan lain-lain,” ujarnya.
“Tentu butuh kerja sama yang banyak dengan kementerian yang lain. Misalnya, Kementerian Investasi karena hulunya di sana, Kementerian Perdagangan karena nanti akan berkaitan dengan apakah kita perlu buka impor industri yang bisa kerjakan sendiri, Kemenkeu (Kementerian Keuangan), kita harus minta insentif untuk industri, supaya tumbuh. Kementerian Hiliriasi karena industri sebenarnya identik dengan hilirisasi. Masih banyak yang kita selesaikan,” ucap Sarmuji.
Saat ditanya apakah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan berada di bawah Kementerian Koordinator yang baru, Sarmuji tak menjawab detil.
“Sepertinya, sepertinya,” kata Sarmuji.
Sebagai informasi, dalam reshuffle kali ini, Presiden Prabowo memberi jabatan baru kepada Bahlil Lahadalia, menjadi Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
(dce/dce)
Leave a comment