
Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia menegaskan akan terus mendukung rakyat Palestina hingga hak mereka untuk menentukan nasib sendiri terpenuhi dan negara Palestina yang merdeka serta berdaulat terwujud.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono dalam pidatonya pada Debat Umum Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), akhir pekan lalu. Menurut Sugiono, persoalan Palestina menjadi salah satu ujian paling jelas bagi komitmen dunia terhadap hukum internasional dan efektivitas sistem multilateral.
Dalam pidatonya, Sugiono menyoroti kondisi di Gaza dan Tepi Barat serta kaitannya dengan kemampuan sistem multilateral dalam menegakkan prinsip-prinsip yang menjadi fondasinya.
“Palestina tetap menjadi salah satu ujian paling jelas terhadap prinsip-prinsip tersebut, sekaligus ujian bagi hati nurani kita,” ujar Sugiono.
Indonesia menilai pelanggaran hukum internasional di Gaza dan Tepi Barat mengingatkan dunia pada situasi sebelum berbagai fondasi hukum internasional modern terbentuk.
“Pelanggaran hukum internasional yang jelas di Gaza dan Tepi Barat mengingatkan kita pada dunia sebelum 1945, dunia sebelum Piagam PBB, sebelum Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, dan sebelum Konvensi Jenewa 1949,” katanya.
Sugiono kemudian mengaitkan sikap Indonesia terhadap Palestina dengan pengalaman sejarah bangsa Indonesia dalam menghadapi kolonialisme.
“Indonesia memahami apa artinya berjuang melawan kolonialisme, berjuang di dunia ketika hukum internasional masih lemah dan kekuatanlah yang menentukan,” ujar Menlu.
Menurut Sugiono, pengalaman perjuangan Indonesia menuju kemerdekaan turut membentuk dukungan konsisten Jakarta terhadap rakyat Palestina dan hak mereka untuk menentukan masa depan sendiri.
Ia menegaskan persoalan Palestina tidak hanya menyangkut kawasan Timur Tengah. Kasus tersebut juga menunjukkan sejauh mana sistem multilateral mampu mempertahankan prinsip-prinsip yang menjadi dasar pembentukannya.
Indonesia menekankan bahwa hukum internasional harus ditegakkan secara konsisten, sementara kedaulatan harus dihormati dan kolonialisme harus diakhiri.
Di sisi lain, Indonesia menyatakan kesiapan untuk terus berkontribusi melalui diplomasi, mediasi, bantuan kemanusiaan, pembangunan perdamaian, serta keterlibatan di berbagai kawasan dan lembaga internasional.
(luc/luc)
Leave a comment