Home Finance Terapi Samarium Bantu Pasien Kurangi Nyeri Tulang Akibat Kanker
Finance

Terapi Samarium Bantu Pasien Kurangi Nyeri Tulang Akibat Kanker

Share
Terapi Samarium Bantu Pasien Kurangi Nyeri Tulang Akibat Kanker
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Nyeri tulang yang menusuk akibat penyebaran kanker ke tulang (metastasis tulang) menjadi salah satu keluhan berat bagi pasien karena membatasi aktivitas dan pergerakan, hingga menurunkan kualitas hidup. Namun, ada satu metode pengobatan bernama Terapi Samarium, yang mampu menjangkau area tulang yang terdampak dan meringankan keluhan nyeri.

Meski masih jarang terdengar, terapi ini tersedia di Indonesia, khususnya di Jakarta, dan dapat diakses masyarakat sebagai pilihan pengobatan bagi pasien kanker untuk meraih kualitas hidup yang lebih baik. Berpengalaman mendampingi pasien dalam pengobatan kanker, dr. Lim Andreas, Sp.KN dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan, Terapi Samarium adalah salah satu prosedur dalam Kedokteran Nuklir, yang biasanya dilakukan pada berbagai kasus kanker seperti kanker payudara, prostat, paru, dan jenis kanker lainnya yang telah menyebar ke tulang.

“Terapi ini menggunakan zat radiofarmaka Samarium-153 EDTMP yang disuntikkan ke pembuluh darah. Zat ini akan berkumpul pada bagian tulang yang terdampak kanker dan dapat menjangkau beberapa lokasi metastasis tulang secara bersamaan tanpa mengganggu jaringan sehat di sekitarnya,” lanjut dr. Lim, dalam keterangan resmi, Senin (20/7/2026).

Sebelum menjalani terapi, dokter perlu mengevaluasi kondisi pasien secara menyeluruh.

“Evaluasi bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kanker dan lokasi penyebaran pada tulang, dengan bantuan teknologi pencitraan SPECT-CT Scan untuk menentukan apakah Terapi Samarium sesuai dengan kondisi pasien,” ungkap dia.

Ketersediaan layanan menjadi faktor penting berikutnya. Saat ini, Terapi Samarium masih belum banyak tersedia di rumah sakit di Indonesia, sehingga sebagian pasien harus mencari layanan serupa ke luar negeri. Namun, Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) menjadi salah satu rumah sakit yang menghadirkan Terapi Samarium sebagai bagian dari upaya memperluas akses perawatan kanker yang lebih menyeluruh bagi pasien.

Di MHJS, proses diagnosis hingga penanganan kanker didukung teknologi PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan di Poli Kedokteran Nuklir dengan kemampuan whole-body imaging, hasil pencitraan lebih tajam, waktu pemeriksaan lebih cepat serta alur lebih terarah. Fasilitas ini masih tergolong terbatas di Indonesia (kurang dari 10 rumah sakit) sehingga kehadirannya menjadi alternatif penting bagi pasien yang sebelumnya harus mencari layanan serupa ke luar negeri.

Sebagai bagian dari pendekatan Comprehensive Cancer Care, layanan PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan terintegrasi dengan Oncology Center Mayapada Hospital Jakarta Selatan yang komprehensif menangani tumor dan kanker secara berkelanjutan, didukung kolaborasi tim dokter multidisiplin, Tumor Board yang aktif memberikan rencana perawatan yang tepat, serta Patient Navigator yang terdiri dari dokter dan perawat untuk mendampingi pasien selama perawatan.

Bagi Anda dan keluarga yang membutuhkan pemeriksaan akurat dan evaluasi kanker secara menyeluruh dengan PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan dapat menjadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis onkologi dan kedokteran nuklir di Mayapada Hospital melalui call center 150770 atau aplikasi MyCare. Bila terjadi kegawatdaruratan yang perlu penanganan cepat dan tepat segera hubungi layanan emergency Mayapada Hospital melalui call center 150990 atau emergency call button di MyCare.

Informasi seputar kesehatan dari dokter Mayapada Hospital dapat diakses melalui aplikasi MyCare pada fitur Health Articles & Tips. Selain itu, Anda dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).

(dpu/dpu)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *