
Jakarta, CNBC Indonesia – Kebijakan protektif yang dilakukan pemerintahan Trump untuk menghambat kemajuan teknologi China terbukti sia-sia. Sanksi dan pembatasan ekspor teknologi canggih AS ke China nyatanya tak membuat Beijing hilang akal.
Bahkan, China terus-terusan mengembangkan teknologi canggih secara mandiri. Terbukti industri chip dan kecerdasan buatan (AI) makin berkembang, bahkan memicu kekhawatiran AS.
Kini, justru China yang balik ingin melindungi teknologi chip domestiknya. Upaya terbaru China adalah mengeluarkan revisi peraturan mengenai pembuatan chip. Aturan tersebut akan meningkatkan perlindungan terhadap desain chip yang dibuat secara lokal.
Peraturan baru ini akan melindungi desain tata letak sirkuit terpadu, sekaligus memperketat standar pendaftaran dan ganti rugi hukuman atas pelanggaran serius.
Salah satu poin yang diatur adalah penentuan bagaimana komponen disusun dalam sebuah chip, desain, serta inti pengembangan semikonduktor. Hal ini juga berlaku bagi perusahaan yang tidak memproduksi chip secara mandiri.
Kementerian Kehakiman dan Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional China menyatakan bahwa peraturan tersebut akan mulai berlaku pada 15 Oktober 2026 mendatang, sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa (3/8/2026).
Langkah ini menjadi upaya terbaru China setelah dibombardir sejumlah pembatasan dari AS. Pemerintahan Donald Trump sebelumnya membatasi akses China ke software desain semikonduktor canggih dan peralatan manufaktur.
Giliran China Batasi Akses ke Amerika
Selain peraturan baru, otoritas Beijing dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah yang lebih luas untuk mencegah teknologi domestik penting berpindah ke luar negeri. Financial Times menyebutkan beberapa usulannya mencakup pembatasan produksi chip canggih berbasis desain lokal di luar negeri.
China berupaya untuk mempersulit peniruan karya sekaligus mengamankan hak hukum atas desain yang dikembangkan oleh pihak lain.
Direktur Pelaksana Ankura China Advisor, Alfredo Montufar-Helu, mengatakan bahwa upaya Beijing ini bertujuan untuk menyaring klaim mengenai kualitas serta membedakan perusahaan berdasarkan kemampuan teknologinya.
“Dengan meningkatkan standar orisinalitas, memperketat persyaratan pendaftaran, dan memberikan sanksi pada permohonan beritikad buruk, Beijing berupaya menyaring klaim berkualitas rendah serta membedakan perusahaan dengan kemampuan teknologi yang sesungguhnya,” jelasnya.
(fab/fab)
Leave a comment