
Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengentikan sementara perdagangan saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) karena telah terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.
Mengutip keterbukaan informasi BEI, suspensi saham TRUK mulai sejaksesi Pra-Pembukaan tanggal 28 September 2026 di pasar reguler dan pasar tunai hingga pengumuman Bursa lebih lanjut.
Langkah tersebut sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, khususnya bagi pemegang Sham TRUK.
“PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK),” tulis menajemen BEI, dikutip Senin (28/9/2026).
Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.
Sebagai informasi, saham TRUK terbang 50,44% selama lima hari terakhir dan meroket 216,5% selama sebulan terakhir ke posisi Rp 2.580 per saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 1,1 triliun.
Peningkatan harga saham PT Guna Timur Raya Tbk. (TRUK) setelah adanya transaksi besar yang dilakukan oleh pemegang saham. Ada dua sosok yang melakukan pembelian saham dalam jumlah jumbo senilai miliaran rupiah.
Mengutip Bursa Efek Indonesia (BEI), dua sosok tersebut antara lain, Gabriel Rey dan Andri Hakim. Gabriel Rey masuk ke emiten yang bergerak di bidang jasa transportasi tersebut melalui PT Pukul Rata Kanan sebanyak 65.250.000 unit saham atau setara dengan hak suara sebesar 15% dari total saham perseroan.
Transaksi pembelian tersebut dilakukan pada tanggal 18 September 2026 di harga Rp428 per saham atau senilai Rp 27,9 miliar.
Selain itu, Andry Hakim juga menanamkan investasinya ke emiten TRUK melalui Hakimson Growth Capital sebanyak 21.750.000 unit saham. Jumlah saham tersbeut setara dengan 5% dari total saham perseroan.
Transaksi pembelian tersebut dilakukan pada tanggal 18 September 2026 pada harga Rp428 per saham. Dengan demikian, nilai investasinya setara dengan Rp 9,3 miliar.
Selain dua sosok tersebut, Catur Dharma Anugerah Surya juga memborong saham TRUK sebanyak 87 juta lembar pada posisi harga yang sama. Dengan demikian Ia mengantongi kepemilikan saham sebanyak 20%.
(rob/rob)
Leave a comment