
Jakarta, CNBC Indonesia – Lebih dari 1.000 metrik ton emas ditemukan terkubur di bawah tanah China. Nilainya dikabarkan mencapai 600 miliar yuan atau Rp 1.606 triliun.
Pada awalnya, para peneliti melakukan pengeboran lebih 2.000 meter di situs Wangu, Provinsi Hunan. Mereka menemukan 300 ton emas.
Pengeboran dilakukan hingga 3.000 meter. Ternyata lebih dari 1.000 ton emas tersembunyi di sana.
Tak hanya emas, mereka juga menemukan bijih hingga 138 gram emas per metrik ton. Kepadatan tersebut jarang ditemukan dalam skala besar.
Untuk penelitian tersebut, Provinsi Hunan menggunakan teknologi eksplorasi mutakhir. Biro Geologi menggunakan pemodelan tiga dimensi yang dapat membuat pemetaan formasi emas di bawah tanah jauh lebih besar, dikutip dari Indian Defense Review, Sabtu (3/10/2026).
Teknologi itu dapat membuat lokasi pengeboran lebih akurat lagi.
Wakil Biro Geologi, Liu mengatakan metode itu penting dilakukan. Tujuannya agar bisa menentukan wilayah kaya emas yang ada di dalam tanah.
“Emas juga ditentukan saat pengeboran di area pinggiran lokasi,” jelas Liu.
Dengan tujuan tersebut diperkirakan bisa menarik investasi domestik serta minat dari perusahaan tambang global. Selain itu juga diperkirakan dapat mendorong pengembangan jaringan transportasi dan energi baru.
(luc/luc)
Leave a comment