Home Finance Perang Teknologi Pecah, Robot Canggih China Dilarang Masuk Amerika
Finance

Perang Teknologi Pecah, Robot Canggih China Dilarang Masuk Amerika

Share
Perang Teknologi Pecah, Robot Canggih China Dilarang Masuk Amerika
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Amerika Serikat resmi melarang impor robot humanoid (menyerupai manusia) dan robot berkaki empat buatan luar negeri, dengan sasaran utama produk asal China. Mayoritas produk robot tersebut padahal berasal dari China.

Badan Komunikasi Federal AS atau FCC mengumumkan aturan tersebut pada Selasa (28/7/2026). Larangan ini juga mencakup perangkat pengubah daya yang dipakai untuk menghubungkan pembangkit energi baru terbarukan dan baterai ke jaringan listrik. Aturan ini tidak berlaku bagi perangkat yang sudah digunakan sebelumnya.

Pemerintah AS, menurut CNBC International, menyatakan perangkat tersebut dapat menimbulkan masalah perekonomian yang mengganggu industri serta keamanan siber bagi infrastruktur penting. Robot yang terhubung internet dikhawatirkan dapat mengumpulkan data yang dimanfaatkan untuk memantau warga atau bahkan dikendalikan dari jarak jauh oleh pihak asing.

Fakta ini makin menegaskan persaingan ketat kedua negara dalam menguasai teknologi maju dan kecerdasan buatan. Tiongkok meski tertinggal dalam pengembangan model AI tingkat tinggi, kini unggul dalam penerapan konsumen dan perangkat keras seperti robot berkat skala produksi serta kemampuan memasarkan produk secara cepat.

Berdasarkan data lembaga riset Interact Analysis, perusahaan China menguasai sekitar 90 persen produksi robot berbadan manusia dunia pada tahun lalu. Sementara itu, pengiriman ke pasar mencapai 75 persen berasal dari China, sedangkan AS hanya menyumbang sekitar 12,5 persen. Enam dari sepuluh startup robot berbadan manusia terkuat dunia berdasarkan kekuatan paten berasal dari China, dengan lima posisi teratas dikuasai negara tersebut.

Amerika Serikat selama ini menjadi pasar ekspor terbesar bagi produk robot China. Namun kini akses tersebut tertutup, menyusul pembatasan serupa yang pernah diberlakukan terhadap produk drone buatan China akhir tahun lalu.

Pihak Kementerian Luar Negeri China melalui juru bicaranya Mao Ning menolak keras langkah ini. Ia menyebutnya sebagai penyalahgunaan alasan keamanan nasional untuk menekan perusahaan China.

“Kebijakan proteksionisme tidak akan meningkatkan daya saing AS, melainkan hanya merugikan pelaku usaha dan konsumen sendiri,” ujarnya.

Kementerian Perdagangan China kemudian menuduh AS melakukan perundungan sepihak dan mendistorsi pasar, serta mengancam akan mengambil langkah balasan jika larangan tidak dicabut.

Pengamat memperkirakan pembatasan ini akan menguntungkan pengembang lokal AS seperti Tesla, Figure AI, dan Boston Dynamics. Sementara bagi perusahaan China, dampak jangka panjang dinilai tidak terlalu besar karena mereka sudah mulai mengarahkan fokus ke pasar Eropa dan kawasan lain.

(dem/dem)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *